Rabu, 20 Mar 2019
radarbali
icon featured
Travelling

2019, Gianyar Target Datangkan 3 Juta Wisatawan, Ini Kendalanya…

08 Januari 2019, 15: 40: 49 WIB | editor : ali mustofa

dispar gianyar, 3 juta wisatawan, target kunjungan

Wisawatan domestik memadati kebun binatang Bali Zoo di Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati akhir weekend lalu. (Indra Prasetia/Radar Bali)

GIANYAR – Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Gianyar mematok angka ambisius pada tahun 2019. Dispar memasang angka 3 juta wisatawan.

Angka itu naik tipis dibanding tahun 2018 yang mencapai 2,6 juta. Ada beberapa hal yang dilakukan Dispar Gianyar untuk mewujudkan target itu.

Menurut Kepala Disparda Gianyar AA Ari Brahmanta, jumlah target yang akan meningkat 13,3 persen dari sebelumnya.

Dari target 2,6 juta pada 2018 lalu, wisatawan yang datang melampaui target mencapai 2,7 juta. “Kami optimistis target ini bisa tercapai,” tegas Ari Brahmanta kemarin.

Kata dia, kegiatan wisata sudah menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi sebagian besar kalangan masyarakat.

“Selain itu, akomodasi pariwisata terus tumbuh baik dari sisi kuantitas maupun kualitas sehingga dapat menarik minat lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Gianyar,” jelasnya.

Ada sejumlah program, baik yang sudah rutin maupun terobosan baru akan dilaksanakan. Salah satu fokus promosi pariwisata yaitu melalui pemanfaatan teknologi informasi (TI).

Dengan berbagai platform di era digital, informasi mengenai atraksi dan objek wisata di Gianyar dapat tersebar luas di seluruh dunia. “Pemanfaatan sarana inilah yang akan dimaksimalkan tahun ini,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya berharap tidak ada peristiwa luar biasa yang dapat mengancam sektor pariwisata Gianyar seperti bencana alam.

Sebab sebagaimana diketahui, pariwisata sangat rentan terhadap berbagai isu. Di Kabupaten Gianyar memiliki 54 objek wisata.

Dari 54 itu, sebanyak 10 objek dikelola Pemkab Gianyar bersama Desa Pakraman. Sebanyak 24 objek wisata hanya dikelola pihak desa pakraman.

Kemudian 19 lokasi objek wisata buatan dikelola pihak swasta. Dan 1 objek tempat wisata dikelola pemerintah pusat melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP