Sabtu, 23 Mar 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi

Punah, Pemkab Buleleng Berencana Kembangkan Durian Bestala Nomor Satu

08 Januari 2019, 23: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

Durian bestala, produk pertanian unggulan, komoditi unggul, Pemkab Buleleng,

MULAI PUNAH : Durian Bestala yang kini sudah mulai punah (Eka Prasetya)

SINGARAJA –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus berupaya mengembangkan produk pertanian unggulan di wilayahnya.

Setelah  komoditas stroberi Pancasari, anggur Banjar, manggis Sekumpul, dan mangga Depeha, terbaru pemerintah mulai kembangkan produk durian Bestala.

Bahkan untuk mewujudkan itu, pihak Pemkab juga telah menyiapkan bibit unggul durian yang dulunya sangat dikenal dan dibudidayakan oleh masyarakat Desa Munduk, Bestala.

Seperti ditegaskan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dikonfirmasi, Selasa (8/1) ia mengaku sudah blusukan ke Desa Bestala dan Munduk Bestala, mencari produk durian bestala nomor satu.

Sayangnya dari hasil blusukan itu, dirinya hanya mendapatkan durian bestala dengan kualitas peringkat tiga.

“Saya sudah cari yang kualitas nomor satu dan nomor duanya. Tapi sudah tidak ada, karena tumbang kena puting beliung beberapa tahun lalu. Sekarang yang masih ada, bisa disebut di peringkat ketiga lah,” kata Agus.

Bahkan terkait mulai punahnya buah durian kualitas satu, bupati telah meminta Dinas Pertanian Buleleng untuk menyiapkan bibit unggul.

Selain itu dirinya juga telah duduk bersama dengan pihak desa, untuk mengembangkan buah durian dengan kualitas terbaik.

“Jadi nanti akan ada pembibitan massal. Sumber bibitnya dari buah terbaik yang ada saat ini. Mudah-mudahan ini nanti bisa jadi ikon di bidang pertanian,” imbuhnya.

Agus yang juga mantan Ketua Komisi III DPRD Bali itu optimistis durian bestala bisa jadi komoditas unggulan pertanian.

Sebab kualitas tanah di Buleleng cukup baik. Pemerintah pun mengklaim tak sulit melakukan pengembangan dan pemupukan tanaman.

“Meningkatkan hasil produksi dan menjaga kualitas buah saya rasa tidak sulit. Masalahnya adalah pasca-panen dan pola distribusi saja,” tegasnya.

Pun dengan masalah pascapanen, Agus mengaku akan melakukan pemetaaan kebutuhan pasar.

Sehingga petani bisa menyalurkan komoditas tepat sasaran.

(rb/pra/eps/mus/JPR)

 TOP
Artikel Lainya