Sabtu, 19 Jan 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Haudi Hijrah ke Bali, PSIS Serasa Akademi Serdadu Tridatu di Liga I

10 Januari 2019, 05: 54: 08 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1 2019, akademi bali united, psis semarang, transfer pemain

Bek PSIS Semarang Haudi Abdillah duel dengan Stefano Lilipaly (Alit Binawan/Radar Bali)

DENPASAR – Di Premier League, Southampton menjadi lahan untuk mendulang pemain berkualitas dari Liverpool.

Jika dihitung dari tahun 2005, The Reds sudah memakai jasa pemain The Saints sebanyak tujuh orang. Mulai dari Peter Crouch hingga Virgil Van Dijk yang dibeli dengan mahar sebesar EUR 75 juta atau setara Rp 1,4 triliun.

Southampton ini bisa diibaratkan “Akademi” Liverpool. Ketika pemain tersebut bersinar, Liverpool siap membajak dengan mahar yang tidak sedikit, tentunya.

Nah, di Liga 1 juga ada klub-klub seperti ini. Contoh nyata adalah Bali United. Bisa dikatakan, PSIS Semarang menjadi produsen pemain untuk Bali United yang cukup bagus dan berkualitas.

Musim lalu ada Taufik Hidayat dan Ahmad Agung Setiabudi. Musim ini, hampir pasti Haudi Abdillah yang akan merapat di skuad Serdadu Tridatu.

Jangan kesampingkan juga Asisten Pelatih Bali United Eko Purdjianto yang merupakan jebolan PSIS Semarang ketika masih menjadi pemain dan Asisten Pelatih PSIS Semarang sebelum berlabuh ke timnas U-19 pada tahun 2013.

General Manager PSIS Semarang Wahyu “Liluk” Winarto sependapat dengan pernyataan tersebut. Bukannya marah karena banyak pemain yang dibajak Serdadu Tridatu, tetapi reaksi yang ditunjukkan justru sebaliknya.

Dia malah senang. Senang dalam artian yang sebenarnya. Juga senang dalam arti bukan karena PSIS Semarang mendapatkan uang segar dari perekrutan pemain oleh Bali United.

“Kalau boleh ngomong, PSIS Semarang itu seperti Akademi Bali United?,” ucapnya dengan tertawa. “Tetapi untuk masalah ini bagi saya tidak apa-apa.

Sepakbola sekarang kan professional. Kami termasuk saya secara individu menghormati Bali United,” tambah Liluk.

Bagi Liluk, dengan banyaknya pemain Mahesa Jenar – julukan PSIS Semarang yang hengkang ke skuad Serdadu Tridatu, membuatnya bangga.

“Itu artinya pemain PSIS dihargai oleh klub lain. Saya secara pribadi bangga. Contohnya Ahmad Agung dan Taufik. Mereka sudah bersama kami selama empat tahun,” terangnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia