Rabu, 23 Jan 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Tega, Berbulan-bulan Menabung, Tabungan Pensiunan Ini Ludes Kena Tipu

11 Januari 2019, 08: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

tabungan pensiunan, korban penipuan, tabungan ludes, polres buleleng

KORBAN: Korban Made Sri Wedari menunjukkan struk penipuan (Eka Prasetya/Radar Bali)

SINGARAJA – Seorang pensiunan, Ni Made Sri Wardani, 74, mengadu ke Polres Buleleng, siang kemarin (10/1). Ia mengaku menjadi korban penipuan melalui sarana telepon genggam.

Akibatnya, uang tabungannya di rekening pun tandas. Padahal uang itu hasil menyisihkan uang pensiunan selama berbulan-bulan.

Kasus penipuan itu terjadi sekitar pukul 09.30 pagi kemarin. Saat itu ia menerima telepon dari seseorang yang mengaku bertugas di salah satu perusahaan telekomunikasi.

Penipu itu menyebut Sri Wardani akan menerima hadiah Rp 10 juta. “Waktu itu saya dan suami senang sekali. Karena dijanjikan uang Rp 10 juta.

Apalagi saya ini sudah puluhan tahun pensiun. Uang pensiunnya tidak banyak,” kata Wardani saat ditemui di Mapolres Buleleng kemarin (10/1).

Penipu itu kemudian mengarahkan korban datang ke ATM terdekat. Dalihnya, korban harus menyetor sejumlah uang sebagai biaya pajak.

Korban pun percaya begitu saja dan memasukkan nomor rekening yang diminta. Dalam struk yang ditunjukkan oleh korban, ia mengaku diminta menyetorkan uang ke rekening BRI dengan nomor 708401001002505 atas nama Wisnu Hidayat.

Total uang yang ditransfer mencapai Rp 849.977. “Saya tidak menyangka ini penipuan. Tadinya saya senang sekali akan dapat tambahan. Dia juga mengaku kenal dengan Bupati Buleleng. Makanya saya percaya,” ujarnya.

Sementara itu Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengakui adanya laporan tersebut. Sumarjaya mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terkait laporan yang diajukan korban.

Sumarjaya pun menghimbau agar masyarakat tak mudah percaya dengan telepon yang menjanjikan hadiah.

“Kalau memang ada yang menelpon seperti itu, lebih baik dicek dulu ke perusahaannya. Selain itu jangan mau kalau diminta melakukan transfer. Itu sudah pasti modus penipuan,” ujar Sumarjaya. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia