Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi

Kapasitas PLTD Kutampi Turun Drastis, Pemadaman Bergilir Jadi Solusi

11 Januari 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pltd kutampi, daya turun, pemadam bergilir, pln klungkung

Sejumlah Perbekel se-Kecamatan Nusa Penida saat berkunjung ke PLTD Kutampi (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terpaksa melakukan pemadaman bergilir khusus di wilayah Kecamatan Nusa Penida sejak tanggal 5 Januari 2019 lalu.

Kebijakan ini diambil lantaran terjadinya penurunan pasokan daya di PLTD Kutampi sehingga mempengaruhi sistem kelistrikan di tiga Nusa.

Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Klungkung I Gusti Putu Agus Wiadi kemarin menjelaskan, PLTD Kutampi memiliki kapasitas daya sebesar 12 megawatt (WM).

Namun, kini daya yang dihasilkan hanya mencapai 5,9 MW. Karena itu, pihaknya berharap warga Nusa Penida maklum.

PLN justru mengimbau agar warga Nusa Penida mau melakukan penghematan penggunaan listrik, terutamanya saat beban puncak seperti di malam hari.

“Dengan penghematan tersebut, tentunya potensi pemadaman listrik bisa diminimalkan. Jika biasanya mencuci baju menggunakan mesin cuci

atau menyetrika di malam hari, kami imbau untuk melakukannya di pagi hari. Sebab di pagi hari, pemanfaatan listrik cukup rendah,” terangnya.

Terkait banyaknya keluhan masyarakat Nusa Penida atas pemadaman bergilir tersebut, pihaknya mengungkapkan telah mengundang Camat Nusa Penida dan Perbekel se-Kecamatan Nusa Penida untuk melihat kerja petugas di PLTD Kutampi.

Sehingga diharapkan agar warga memaklumi kondisi ini. Perbekel Lembongan yang juga Ketua Forum Perbekel se-Nusa Penida I Ketut Gede Arjaya, membenarkan jika pihaknya diundang untuk melihat PLTD Kutampi dan pihaknya pun hadir di sana.

Dijelaskannya, permasalahan listrik di Kecamatan Nusa Penida sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Hal itu menimbulkan banyak keluhan karena listrik mati rata-rata 2-3 jam per hari.

“Kami sebagai wakil masyarakat harus tahu kenapa ini terjadi. Sehingga kami bisa jelaskan ke masyarakat. Apalagi kondisi ini sangat berdampak pada usaha masyarakat kami seperti usaha hotel, villa dan restoran,” tandasnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP