Rabu, 23 Jan 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

NGERI! Adu Jangkrik di Jalur Provinsi, Dua ABG Tewas Bergelimpangan

12 Januari 2019, 12: 28: 06 WIB | editor : ali mustofa

laka maut, jalur provinsi, dua abg, adu jangkrik, tewas bergelimpangan, polres buleleng

EVAKUASI: Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi lakalantas di jalan provinsi jurusan Singaraja - Ampapura di Km 38.800, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Panjingan, Desa Les, Kecamantan Tejakula, Sabtu dini hari (Instagram Polres Buleleng)

TEJAKULA – Jalanan di Bali, tampaknya, menjadi pembunuh nomor satu. Betapa tidak, hampir tiap hari terjadi kecelakaan di Pulau Dewata.

Kecelakaan maut terbaru terjadi di jalan provinsi jurusan Singaraja - Ampapura di Km 38.800, tepatnya di wilayah Banjar Dinas Panjingan, Desa Les, Kecamantan Tejakula, Buleleng.

Du orang dilaporkan tewas menggenaskan dalam insiden yang terjadi Sabtu (12/1) dini hari pukul 00.15 Wita itu.

Masing-masing pengendara Honda Beat DK 2232 UAD yang dikendarai Gede Rangga Prayoga, 15, dengan pengendara Mio W 6697 WC yang dikendarai Komang Surya Adi Saputra, 17.

Jalanan provinsi itu jadi medan berdarah lantaran dalam tabrakan tersebut dua pengemudi sama-sama tidak menggunakan helm.

Menurut informasi, kecelakaan maut itu bermula ketika pengendara Honda Beat 2232 UAD Gede Rangga Prayoga tengah membonceng Gede Budi Suartika melaju dari arah barat ke timur.

Sebaliknya dari arah berlawanan meluncur motor Mio W 6697 WC yang dikemudiakan Komang Surya Adi Saputra membonceng Wayan De David Kantun Yasa, 15.

Mereka meluncur dengan kecepatan tinggi. Sampai di TKP, karena kurang hati-hati mereka terlibat tabrakan adu moncong kendaraan.

Pengemudi dua kendaraan berikut yang dibonceng pun tumbang di jalan. Dari hasil pemeriksaan terhadap,

korban Komang Surya Adi Saputra mengalami cedera kepala berat (CKB) retak pada tulang kepala belakang, luka lecet pada kedua kaki, dan remuk pada muka.

Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan yang dibonceng Wayan De David Kantun Yasa Rangga Prayogi mengalami cedera kepala ringan, luka lecet pada alis kiri, kelopak mata kiri bengkak dan rawat jalan.

Sementara korban Gede Rangga Prayogi mengalami cedera kepala berat retak pada tulang kepala belakang, kedua kaki patah, tulang muka remuk dan setelah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas I Tejakula dinyatakan meninggal dunia.

“Sedangkan yang dibonceng Gede Budi Suartika mengalami cedera kepala belakang, luka berat pada alis kiri dan memar pada kepala belakang dan kiri. Sekarang masih dirawat di RSUD Buleleng,” papar sumber kepolisian.

Menurutnya, dari hasil olah TKP, insiden ini terjadi karena kekuranghati-hatian dua pengendara saat melaju di TKP. “Apalagi, keduanya berkendara tanpa helm membuat insiden kecelakaan ini berakhir tragis,” bebernya.

(rb/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia