Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Ngeri! Jukir Terjatuh Dari Lantai Dua Pasar Bikin Geger Warga

12 Januari 2019, 19: 17: 29 WIB | editor : ali mustofa

jukir jatuh, jatuh dari lantai, Pasar Semarapura, RSUD Klungkung, UPT Pasar Semarapura, warga geger,

NYARIS NAHAS : Korban I Wayan Artawiguna saat menjalani perawatan di RSUD Klungkung (foto kiri); Lokasi jatuhnya korban (foto kanan) (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA- Warga dan petugas Pasar Semarapura, Sabtu (12/1) sekitar pukul 10.00 pagi dibuat geger .

Keributan warga itu menyusul dengan musibah yang dialami petugas atau juru parkir Pasar Semarapura.

 I Wayan Artawiguna, 32, juru parkir (jukir) asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, ini terjatuh dari lantai dua gedung pasar.

Ia terjatuh saat hendak mengikuti rapat di lantai II gedung pasar tepatnya di blok A Pasar Semarapura.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, hingga korban terjatuh diduga akibat keteledoran pihak kontraktor maupun pihak pengelola Pasar Semarapura yang tidak memasang rambu atau tali pembatas di sekitar kotak yang rencananya untuk escalator (tangga jalan).

Diduga karena tak mengetahui ada lobang besar, korban yang saat itu hendak mengikuti rapat jauh dari lantai II gedung.

Terkait insiden jatuhnya korban,  Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widyasa yang ditemui di RSUD Klungkung membenarkan.

“Tadi pagi itu rencananya mau rapat di lantai II blok A. Semua petugas pasar sudah berkumpul dan sudah bersiap rapat,”jelasnya.

Menurut Widyasa, penggunaan lokasi pasar untuk rapat, lanjutnya karena di Pasar Semarapura tidak memiliki ruang rapat

“Kami memang sengaja menggunakan blok A yang baru selesai dan belum beroperasi, karena kalau kami pakai blok B untuk rapat, akan mengganggu aktivitas di sana. Saya sudah minta izin ke dinas menggunakan blok A untuk rapat,” imbuhnya.

Sedangkan hingga korban terjatuh, kata Widyasa, yakni saat korban hendak mau menuju ruang rapat. “Saya lihat korban jalan begitu saja ke arah lubang. Disana juga banyak yang duduk-duduk. Bahkan saat itu kami sudah lambaikan tangan agar tidak meneruskan, tapi baru mau kami ingatkan korban sudah terjatuh duluan,”jelasnya.

Kontan akibat kejadian itu, seluruh petugas berteriak histeris dan Widyasa langsung segera menghubungi ambulance KRIS. Namun karena terlalu lama, akhirnya Widyasa membawa korban dengan menggunakan mobil pribadi ke RSUD Klungkung.

Beruntung atas musibah itu, nyawa korban masih bisa diselamakan meski mengalami luka sangat serius.

“Saya langsung minta kontraktor untuk memasang rambu biar tidak ada kejadian serupa terulang. Sedangkan untuk seluruh biaya perawatan dan upacara ngulapin semua akan ditanggung UPT Pasar Klungkung,” tukasnya.

(rb/pra/ayu/mus/JPR)

 TOP