Kamis, 14 Nov 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Payah, Website OPD Badung Kurang Update, Ini Contohnya…

13 Januari 2019, 10: 17: 11 WIB | editor : ali mustofa

website opd badung, kurang update, minim informasi, pemkab badung

BELUM TERISI CONTENT: Nama-nama anggota Komisi DPRD Badung sama sekali belum terisi alias kosong di website sekretariat DPRD Badung (Made Dwija Putra/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung telah melaunching  Badung Command Center (BCC) belum lama ini.

BCC ini sebagai pusat komando dan juga data center dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) se Badung.

Sayangnya, masih banyak website OPD tersebut yang tidak aktif. Bahkan, update informasi berita dan juga kontennya tidak terisi.

Kepala Dinas Kominfo Badung Badung I Wayan Weda Dharmaja mengatakan, BCC ini merupakan pusat akses data serta pusat penyediaan informasi yang mudah dijangkau, akurat, efektif, real-time, dan timely.

“Visi dari Smart City Kabupaten Badung ini didasari oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi(TIK), yang tujuannya untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik,

kinerja birokrasi pemerintah dan efisiensi kebijakan publik, dengan tetap mempertahankan seni budaya Bali yang berdasarkan Tri Hita Karana,” terang Weda Dharmaja.

Meski saat ini sudah ada sekitar 72 aplikasi dari OPD terkait sayangnya masih banyak data yang dibutuhkan tapi belum tersedia, sehingga perlu diupdate ulang.  

Contoh seperti website di Dinas Kesehatan Badung belum berisi  jumlah Puskesmas di Badung,  nama kepala Puskesmas, berapa ada dokter dan perawat, dan lain sebagainya.

Begitu juga website Sekretariat DPRD Badung juga sama. Nama-nama Komisi juga sama sekali tidak terisi sehingga perlu dilengkapi.

“Untuk itu saya meminta agar semua perangkat daerah dapat mengisi data sesuai dengan tupoksinya dalam konten yang tersedia,

sehingga masyarakat luas dapat mengakses data yang diperlukan seperti jumlah penduduk di Badung, tempat wisata dan sebagainya,” terangnya.

Bila data-data ini sudah terkumpul, maka pihak memastikan seluruh data terintegrasi semua. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses.

“Tujuan awal memang seperti itu bagaimana supaya seluruh data dapat terintegrasi. Mengenai hal ini sebetulnya telah kita bahas dalam rapat konsolidasi beberapa waktu lalu. Bapak Wakil Bupati juga hadir langsung waktu itu, ” pungkasnya.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP