Senin, 18 Nov 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

2 Tewas, Begini Kronologis Sekeluarga Jatuh di Jurang Versi Saksi Mata

13 Januari 2019, 11: 21: 40 WIB | editor : ali mustofa

laka maut, jalur gitgit, masuk jurang, gagal menikung, dua tewas, polres buleleng

EVAKUASI: Polisi mengevakuasi jasad korban yang jatuh ke dalam jurang di Gitgit, Buleleng, kemarin malam (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

GITGIT – Jalur maut Jalan Raya Singaraja-Denpasar, kembali menelan korban jiwa. Sebuah sepeda motor, terjun bebas di KM 12 Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Akibatnya dua orang meninggal di tempat, serta tiga orang lainnya dalam perawatan intensif di RSUD Buleleng. Korban meninggal masing-masing Alihidayah dan anaknya, Zafira Mascatty.

Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 18.00, Sabtu (12/1) malam. Salah seorang saksi mata, Komang Arinta menuturkan, kejadian berlangsung sangat cepat.

Saat itu ia mendapati korban Alhidayah dan Zafira Mascatty di halaman rumah tetangganya, Made Ardana. Seketika itu, ia bergegas mendatangi para korban.

“Saya lihat di tempat lain ada beberapa korban. Waktu itu saya cek ibunya (Alhidayah, Red), sudah tidak ada nafas. Saya fokus bantu yang masih ada nafas saja,” kata Arinta.

Menurut Arinta, saat kejadian, dua orang korban masing-masing Alihidayah dan Zafira Mascatty sudah meninggal di tempat.

“Sisanya sama warga di sini langsung dievakuasi di rumah sakit. Kebetulan tadi ada mobil plat merah lewat. Langsung di-stop, diminta warga bawa korban-korban ini ke rumah sakit,” ujarnya.

Ketiga korban selamat, kini dalam perawatan intensif di IGD RSUD Buleleng. Failasuf Mascatty disebut mengalami luka parah pada bagian dada.

Kondisinya saat dirawat di RSUD Buleleng masih belum sadarkan diri. Zahirah Mascatty mengalami luka pada perut. Sementara Zaheen Mascatty mengalami luka pada kepala.

Suasana duka pun menyelimuti keluarga, saat melihat jenazah korban di Ruang Jenazah RSUD Buleleng.

Salah satu keluarga korban menyebutkan, pasangan suami istri Failasuf dan Alhidayah sebenarnya memiliki empat orang anak.

“Paling besar anak laki-laki, sisanya perempuan semua. Anak laki-lakinya juga pulang ke Seririt, tapi ikut sama adiknya korban (Alhidayah, Red). Tadi mereka lewat Banyuatis, sekarang sudah di Seririt,” ujar salah seorang kerabat korban.

Sementara itu Kasat Lantas Polres Buleleng AKP Putu Diah Kurniawandari mengatakan, saat kejadian kondisi jalan memang cukup licin, setelah diguyur hujan lebat.

Selain itu muatan kendaraan yang melebihi kapasitas, diduga turut memengaruhi insiden kecelakaan maut itu.

Diah mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kejadian. “Kendaraan masih di TKP, belum bisa kami evakuasi.

Besok (hari ini) kami akan cek TKP ulang, sekaligus memeriksa kendaraan. Jadi belum bisa kami simpulkan, apakah ini faktor kendaraan atau human error,” jelasnya.

Meski begitu, ia menghimbau agar masyarakat mentaati peraturan berlalu-lintas. Terutama dalam hal muatan kendaraan.

“Sepintas kalau kejadian ini, sudah pasti muatannya overload ya. Kami himbau, supaya muatannya sesuai dengan kapasitas saja. Apalagi ini satu kendaraan dibonceng untuk lima orang. Jadi sudah pasti overload,” imbuh Diah.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP