Senin, 09 Dec 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Posisi Kadis Pertanian Dibiarkan Lowong, Ini Alasan Bupati Agus…

19 Januari 2019, 13: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

kadistan buleleng, mutasi pejabat, bupati agus

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana melantik pejabat baru kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Posisi Kepala Dinas Pertanian di Kabupaten Buleleng, kini dibiarkan dalam kondisi lowong. Hal itu terungkap saat Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana melakukan mutasi pejabat, di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, kemarin (18/1).

Keputusan membiarkan posisi kadis pertanian dalam kondisi lowong, mengundang tanda tanya. Lantaran Agus Suradnyana menyatakan bahwa tahun ini pembangunan di Buleleng akan fokus pada bidang pertanian.

Sebelumnya posisi kepala Dinas Pertanian Buleleng diisi oleh Nyoman Genep. Ia baru menduduki posisi tersebut selama enam bulan.

Kini Genep dipercaya menduduki posisi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Buleleng.

Untuk sementara, posisi kepala dinas akan diisi oleh pelaksana tugas. Jabatan itu akan diemban oleh I Made Sumiarta yang kini menjabat Sekretaris Dinas Pertanian.

Sumiarta pun baru digeser kemarin. Sebelumnya ia menduduki posisi Kabag Umum Sekretariat Daerah.

Bupati Agus Suradnyana mengaku membiarkan posisi kepala dinas pertanian dalam kondisi kosong. Sebab belum ada pejabat yang dianggap cocok menduduki posisi itu.

Ia mengaku akan melakukan lelang jabatan lebih dulu. Hanya saja lelang jabatan belum dilakukan dalam waktu dekat. Rencananya lelang akan dilakukan pada bulan Juli mendatang.

Panitia seleksi akan membuka lowongan lelang untuk empat posisi sekaligus. Yakni Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

“Sementara pelaksana tugas dulu. Habis itu assessment (lelang jabatan). Nanti bulan Juli sekalian. Sebab ada banyak sekali yang pensiun sampai bulan Juli ini,” kata Agus.

Apakah hal itu tidak mempengaruhi program kerja di bidang pertanian? Agus yakin dengan keputusannya. Ia mengaku menempatkan Made Sumiarta sebagai pelaksana tugas lewat pertimbangan matang.

“Yang jadi pelaksana tugas itu orang pertanian. Dia dedengkot pertanian. Pelaku (praktisi, Red) malahan. Jadi nggak ada itu (menghambat program pertanian),” tukasnya.

Asal tahu saja, mutasi kemarin merupakan pengisian jabatan di posisi setingkat kepala dinas. Pengisian dilakukan sebab posisi Asisten Adiministrasi Umum kosong sejak awal Januari lalu, karena ditinggal pensiun.

Nantinya pada bulan April Kepala BKD Buleleng Bimantara akan memasuki masa pensiun. Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Nyoman Swatantra akan pensiun pada Juli.

Total ada 76 orang pejabat yang dimutasi. Sebanyak delapan orang yang menduduki posisi eselon dua, 37 orang yang menduduki posisi eselon tiga, serta 31 orang yang menduduki posisi eselon empat.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP