Rabu, 19 Jun 2019
radarbali
icon featured
Bali United

BERAT! Hapus Libur Pemain, Teco Genjot Fisik Spaso Dkk Tanpa Ampun

20 Januari 2019, 16: 34: 17 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1 2019, coach teco, fisik pemain

Coach Bali United Stefano Cugurra mengamati anak asuhnya yang berlatih di lapangan Trisakti, Legian (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

SEMINYAK – Sudah memasuki akhir pekan, para pemain Bali United belum juga mendapatkan jatah libur mereka.

Biasanya, hari Sabtu atau Minggu, pasti Iiija Spasojevic alias Spaso dkk akan mendapatkan jatah libur setelah hampir sepekan digenjot fisiknya.

Di tangan Stefano Teco Cugurra, kondisi berbeda terjadi. Hingga Senin besok (21/1), Fadil Sausu dkk akan terus digenjot fisik dan tekniknya.

Sabtu kemarin (19/1), Bali United juga kembali melakukan latihan di Lapangan Banteng, Seminyak.

Banyak alasan yang menjadi pertimbangan Teco mengapa dia terus “menyiksa” anak asuhnya dalams satu pekan perdana.

Alasan pertamanya tentu laga kontra Blitar United di Stadion Gelore Supriyadi dalam babak 32 besar Piala Indonesia 2018 (24/1) menjadi pertimbangan Coach Teco.

Selain itu, dia ingin kondisi fisik pemainnya masih tetap terjaga karena hampir satu bulan para pemain mendapatkan jatah libur.

“Kami baru dari liburan. Kami kembali latihan dan harus bekerja keras lagi. Meskipun mereka lelah, tetapi itu tidak masalah.

Lebih baik lelah sekarang daripada kondisi fisik pemain menurun ditengah musim,” ucap Coach Teco.

Dia meminta semua pemain terus bekerja keras diawal musim ini. Pelatih kelahiran Rio de Janeiro tersebut tahu apa yang terjadi

dengan sebagian besar klub yang ada di Liga 1 2018 adalah adalah fisik yang kendor dipertengahan musim hingga akhir musim.

“Sekarang yang penting adalah pemain bekerja keras sekarang. Pasti nanti ditengah musim ada liburnya,” ujar Teco.

Selain program latihan yang digenjot, dia juga meminta agar semua pemain menjaga kondisi fisiknya sendiri karena semua pemain Bali United adalah pemain yang profesional dan tahu apa yang harus dilakukan.

“Kami hanya memberi tahu mereka semua untuk istirahat yang cukup dan mendapatkan asupan gizi yang tepat.

Soal istirahat pada malam hari, tergantung dengan pemain itu sendiri. Saya tidak bisa mematok jam berapa mereka harus sudah tidur,” bebernya.

“Saya kira semua pemain sudah tanda tangan kontrak profesional. Jadi saya pikir mereka sudah tahu kapan badannya lelah dan butuh istirahat.

Kalau kondisi fisiknya prima, pasti mereka bisa bermain penuh selama 90 menit. Setelah bertanding, mereka juga bisa jalan-jalan jika kondisinya masih memungkinkan,” tuturnya. 

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP