Selasa, 23 Apr 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Puji Paulo, Coach Teco Komentari Filosofi Sepak Bola Ala Bali United

05 Februari 2019, 08: 31: 15 WIB | editor : ali mustofa

bali united, liga 1 2019, coach teco, paulo sergio, iiija spasojevic

Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

SEMINYAK – Kehadiran eks gelandang Bhayangkara FC Paulo Sergio membuat gairah di tubuh skuad Serdadu Tridatu.

Latihan yang digelar di Lapangan Banteng, Seminyak, menjadi lebih berwarna. Paulo sendiri diharapkan mampu memberi efek positif saat mengarungi kompetisi.

Usai latihan fisik, Pelatih Bali United Stefano “Teco” Cugurra ikut memberi komentar. Menurutnya, Paulo memiliki kualitas yang bagus.

“Dua tahun kita bertemu dalam pertandingan waktu dengan tim Bayangkara FC. Dia punya kualitas bagus. Sekarang kita bernaung dalam satu tim; Bali United,” kata Coach Teco.

Tidak menutup kemungkinan, kata Teco, Paulo Sergio bisa diturunkan dalam babak 16 besar Piala Indonesia.

“Dia punya nama dalam kompetisi ini. Kalau kerja keras di latihan dan punya kondisi bagus pasti akan dimainkan,” kata Teco.

Coach Teco juga sudah punya bayangan di mana Paulo Sergio bakal bermain. Menurutnya, posisi yang tepat untuk kompatriot Christiano Ronaldo selama berseragam klub Portugal, Sporting Lisbon adalah gelandang serang.  

“Saya akan lebih dulu di latihan. Kalau bisa bermain secara tim, pasti tim akan lebih kuat. Untuk posisi, ada beberapa pemain di Bali United yang bisa bermain di banyak posisi.

Yang jelas, saya tidak melihat satu atau dua orang tapi semua, mana yang lebih bagus, itu yang saya mainkan. Kita harus lihat untuk tim,” tegasnya.

Disinggung apakah kehadiran Paulo Sergio bisa membuat Spaso lebih produktif lantaran pernah dalam satu klub di Bhayangkara FC, Coach Teco mengungkakan hal tersebut tidak hanya untuk Spaso.

“Kalau pemain punya skill kreatif dalam mengalirkan umpan yang bagus, pemain depan akan sangat senang. Tapi memang Spaso dan Paulo Sergio sudah klop dan ada chemitry karena pernah satu tim,” tuturnya.

 Dalam hal ini, kata dia, para pemain tersebut harus bersaing dalam latihan untuk menunjukkan kualitas individu.

“Semua harus mengerti ketika terjadi pergantian. Di dalam sepak bola ada 11 tim inti. Tidak seterusnya akan menurunkan pemain tersebut. Akan selalu ada rotasi. Kadang jadi pemain inti dan kadang jadi cadangan,” tandasnya.

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP