Selasa, 19 Feb 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Info Lowongan Kerja, Disdik Buleleng Butuh Ratusan Guru, Tertarik?

08 Februari 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

lowongan kerja, kekuarangan guru, disdik buleleng

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

SINGARAJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng masih membutuhkan ratusan tenaga pendidik.

Penyebabnya, kini masih ada kekurangan guru baik di tingkat SD maupun SMP. Belum lagi termasuk kekurangan formasi akibat guru yang pensiun.

Saat ini kebutuhan guru di tingkat SMP, sebenarnya mencapai 1.898 orang guru. Kebutuhan itu sudah dipenuhi oleh 1.219 orang guru PNS,

403 orang guru kontrak, serta 174 orang guru pengabdian yang dibayar melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Khusus di tingkat SMP, masih dibutuhkan 102 orang guru lagi. Kekurangan itu belum termasuk guru yang memasuki usia pensiun.

Pada 2018, ada 53 orang guru yang pensiun. Sementara tahun ini ada 70 orang yang pensiun. Sedangkan di tingkat SD, guru yang dibutuhkan mencapai 4.287 orang.

Kebutuhan itu sudah tertutupi seluruhnya. Baik oleh 2.835 orang tenaga PNS, 1.232 orang tenaga kontrak, serta 220 orang tenaga pengabdian. Namun itu belum termasuk guru yang pensiun.

Pada tahun 2018 lalu, ada 110 orang guru SD yang pensiun. Sementara tahun ini ada 117 orang guru SD yang akan pensiun.

Sekretaris Disdikpora Buleleng I Made Astika mengatakan, kebutuhan guru di Disdikpora memang cukup besar. Sebab tiap tahun ada seratusan guru yang pensiun.

Menurut Astika, perekrutan guru melalui formasi Pegawai Pemerintahan Dengan Perjanjian Kerja (PPPK), diharapkan bisa menanggulangi masalah kekurangan guru tersebut.

“Kami akan koordinasikan dulu dengan Badan Kepegawaian soal rekrutmen PPPK ini. Mudah-mudahan bisa menanggulangi,” kata Astika.

Menurutnya, selama ini kekurangan formasi guru itu masih ditutupi dengan tambahan jam mengajar bagi para guru. Idealnya setiap guru kebagian 24 jam mengajar setiap pekan.

Namun, sejumlah guru mendapat tambahan jam mengajar untuk menutupi kebutuhan. Akibatnya beberapa guru harus mengajar selama 30 jam hingga 40 jam per pekan.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia