Jumat, 24 May 2019
radarbali
icon featured
Politika
Respons Jelang 3 Tahun Kepemimpinan Giriasa

Banyak Terobosan Positif, Suyantha: Giriasa Itu Milik Kita Semua

09 Februari 2019, 13: 37: 21 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, partai nasdem, nasdem badung, gede suyantha, caleg dprd badung

Ketua DPD NasDem Badung, I Putu Gede Suyantha, S.H.,M.H. bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa dalam sebuah kesempatan. (Istimewa)

BADUNG - Hari pencoblosan Pemilu 2019, 17 April 2019 tinggal menghitung hari. Khusus pemilihan legislatif alias Pileg, nama Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, S.Sos mencuri perhatian.

Banyak pihak menilai siapa yang “dekat” dengan sosok politisi kelahiran 19 Maret 1972 asal Desa Pelaga, Petang itu, maka akan mendapatkan garansi suara, popularitas, elektabilitas, dan akseptabilitas.

Dengan kata lain, mampu meraih target politik yang dituju. Ketua DPD NasDem Badung I Putu Gede Suyantha menilai sangat wajar para calon anggota legislatif (caleg) “menyerbu” Giri Prasta.

Pasalnya, kinerja pasangan Bupati ke-10 Kabupaten Badung yang mulai bertugas sejak 17 Februari 2016 bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa terbilang cemerlang.

NasDem selaku parpol pengusung pasangan Giriasa (Giri Prasta-Suiasa) pada Pilbup 2015, jelas Suyantha menilai banyak terobosan positif yang “ditelorkan” Giri Prasta.

Beberapa di antaranya adalah santunan lansia, santunan kematian, santunan penunggu pasien di RS Badung, ambulans masuk desa, kendaraan operasional pecalang, dan lain-lain.

“Kehadiran program ini sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Termasuk pemberian laptop gratis kepada siswa SD. Ini sangat membantu.

Paling tidak dari great yang sebelumnya (era Anak Agung Gede Agung, red) sudah naik. Ini tentu adalah prestasi,” ucap politisi asal Banjar Bale Agung, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (8/2) malam.

Suyantha menyebut visi dan misi Giriasa selama kampanye sudah dilaksanakan meskipun masih ada beberapa hal yang membutuhkan penyempurnaan.

Di sisa waktu kepemimpinan Giri Prasta hingga 2021, caleg NasDem DPRD Badung nomor urut 10 Dapil Mengwi itu optimis segala janji itu akan “dilunasi”.

Partai Nasdem
pemilu 2019, partai nasdem, nasdem badung, gede suyantha, caleg dprd badung

Ketua DPD NasDem Badung, I Putu Gede Suyantha, S.H.,M.H. menunjukkan sepuluh jari sebagai tanda penomoran caleg DPRD Badung Dapil Mengwi (Istimewa)

“Selaku masyarakat biasa, saya menilai kepemimpinan Bapak Bupati Giri Prasta sudah mampu membuat kebijakan yang pro rakyat; bersentuhan langsung dengan rakyat,” tandas Suyantha

sembari menyebut yang mencolok salah satunya adalah santunan lansia. Ini menjadi dimensi berbeda dari era kepemimpinan Bupati Badung sebelumnya.

“Ini jelas meringankan beban para kepala keluarga,” ringkasnya. Terkait kondisi Giri Prasta yang diibaratkan petromaks yang kini sedang “dikerumuni” laron, Suyantha kembali menyebut demikianlah politik berlangsung dari zaman ke zaman.

“Esensi dari politik adalah merebut kekuasaan dan muaranya adalah kesejahteraan masyarakat. Saya berpegang teguh pada amanat Ketua Umum Partai NasDem, Surya Dharma Paloh. Yang terpenting adalah kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Advokat 42 tahun yang akrab disapa Pak Arca alias Siyanto itu menambahkan dalam politik yang abadi adalah kepentingan.

Oleh karena itu, Suyantha menekankan pentingnya “kontrol” seorang politisi agar tujuan akhir berupa kesejahteraan masyarakat menjadi yang terdepan.

“Siapapun yang sedang berada di pucuk pimpinan kita tidak bisa menutup mata bahwa “yang dekat” pasti akan kecipratan. Ini alamiah. Tapi tentu ujung-ujungnya atau muaranya adalah kesejahteraan masyarakat,” ulangnya.

Partai Nasdem
pemilu 2019, partai nasdem, nasdem badung, gede suyantha, caleg dprd badung

Ketua DPD NasDem Badung, I Putu Gede Suyantha, S.H.,M.H. bersama sang istri Ni Luh Gede Deniasih, S.H.dan anak ketiga I Nyoman Bagus Danu Artha (Istimewa)

Tentang kondisi demokrasi yang dianggap mandeg di era Giriasa, Suyantha menyebut sosok Giri Prasta tidak hanya hadir untuk 143.066 (59,8 persen) masyarakat yang memilihnya pada 9 Desember 2015 silam, melainkan untuk seluruh warga Badung.

“Saya asli Badung. Tidak pernah tinggal di luar Badung. Jadi saya paham betul kondisi ini. Pola hidup tradisional era agraria masih dipegang kuat hingga kini.

Meski modern, rasa kekeluargaan di Badung masih sangat tinggi. Jadi ketika seorang tokoh masyarakat misalnya kagum pada Pak Giri ya secara otomatis

akan diikuti masyarakat lain. Sekali lagi ini alamiah. Namun, tentu akan bertolak belakang bila seandainya seorang pemimpin dinilai gagal,” terangnya.

Bapak Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, S.Sos tegas Suyantha sejak dilantik tiga hari setelah Hari Kasih Sayang 2016 silam telah berstatus milik masyarakat Badung; bukan hanya milik PDI Perjuangan, NasDem, maupun parpol lain.

Oleh sebab itu, siapapun dia, dari latar belakang profesi apapun memiliki hak dan kesempatan yang sama “memiliki” atau menjalin komunikasi dengan Giriasa.

“Siapapun dia, yang penting bisa mensejahterakan dan mengemban amanat rakyat harus didukung. Ini pesan Ketua Umum NasDem; parpol tempat saya berjuang.

Giriasa yang pada Pilbup Badung 2015 diusung NasDem kini sudah menjadi milik masyarakat. Bukan menjadi milik PDIP, NasDem, atau parpol lain.

Intinya, masyarakat Badung telah memperoleh dampak positif dari keputusan memilih Giri Prasta dan Suiasa. Buktinya di tempat dia kalah sekalipun pembangunan tetap dilakukan,” tegasnya. (rba)

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP