Rabu, 20 Feb 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Remisi Susrama Dicabut, Sagung Mas; Saya Menangis Bahagia, Ternyata...

10 Februari 2019, 21: 14: 48 WIB | editor : ali mustofa

remisi susrama, presiden jokowi, pembunuh wartawan, sagung mas, remisi dicabut

Istri mendiang AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, Anak Agung Sagung Mas Prihantini, di kantor Jawa Pos Radar Bali memberikan keterangan pers kepada wartawan Minggu petang (Wayan Widyantara/Radar Bali)

DENPASAR – Anak Agung Sagung Mas Prihantini, Istri mendiang A.A Gde Narendra Prabangsa, jurnalis Jawa Pos Radar Bali yang dibunuh secara keji

pada tahun 2009 lalu mengaku bersyukur remisi untuk otak pembunuh suaminya, I Nyoman Susrama, dicabut Presiden Joko Widodo.

“Saya kaget. Dalam hati saya berucap, saya bersyukur sekali. Itu berkat Tuhan bagi kami, bahwa remisi itu bisa dicabut,” ujar Sagung Mas dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di Kantor Jawa Pos Radar Bali, Minggu (10/2) petang.

Tak hanya sang Istri, Anak kandung Prabangsa yang kini semakin besar juga mengatakan kepada Ibunya bahwa kejadian yang menimpa ayahnya tersebut, biarlah karmanya sendiri yang akan menghukum.

Sebelumnya, Sagung Mas juga tak menampik jika ia sudah memiliki feeling jika remisi tersebut bakal dicabut.

Hal tersebut ia dapatkan setelah melihat perjuangan semua insan yang peduli kepada suaminya sejak 10 tahun yang lalu hingga sekarang ini.

Yakni terkait bagaimana membongkar kasus hingga dalang pembunuhan dapat terungkap hingga perjuangan untuk mencabut remisi terhadap otak pembunuh suaminya tersebut.

“Saya sangat bersyukur, perhatian teman-teman begitu besarnya dengan kejadian itu. Saya sangat berterima kasih.

Saya tak bisa mengucapkan dengan kata-kata bagaimana rasa terima kasih saya terhadap mereka yang bersimpati dengan kasus ini,” ujar Sagung Mas.

Dalam hati Sagung Mas, mengaku sangat terharu dan menangis bahagia karena dalam kasus ini, ia mengatakan tidak sendirian.

“Banyak teman-teman, banyak orang-orang yang ikut prihatin dengan munculnya remisi ini dan berjuang hingga remisi ini dicabut,” ujarnya dengan berlinang air mata.

Bagi Sagung Mas, kejadian sepuluh tahun yang lalu tersebut sangat menyakitkan. “Harapan saya sebagai seorang ibu yang merasakan bagaimana pahitnya kejadian itu,

untuk bisa menghadapinya, dan cukup sulit juga mengungkapkan bagaimana saya bertahan sampai hari ini,” ujarnya dengan nada lirih.

Sagung Mas berharap kejadian yang menimpa suaminya tersebut jangan sampai terjadi lagi dengan yang lainnya. 

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia