Selasa, 16 Jul 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Sepakat Arak Bali Dilegalkan, MUDP: Tapi Harus Diatur Kadar Alkoholnya

15 Februari 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

arak bali, pelagalan arak, gubernur koster, mudp bali

Ketua MUDP Bali, Jero Gede Wayan Suwena Putus Upadesa (Marcell Pampur/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Wacana melegalkan arak sebagai minuman tradisional asli Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster kian menggelinding di masyarakat.

Wacana itu bahkan mendapat tanggapan positif Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali. Ketua MUDP Bali Jero Gede Wayan Suwena Putus Upadesa mendukung wacana pelegalan arak yang digagas Gubernur Koster.

"Saya sependapat dengan wacana gubernur soal pelegalan arak. Tapi, dengan catatan harus diatur dengan benar," kata Jero Gede Wayan Suwena Upadesa.

arak bali, pelagalan arak, gubernur koster, mudp bali

Ilustrasi arak yang diamankan polisi di Gilimanuk (dok.radarbali)

Menurutnya, jika nanti arak Bali dilegalkan, harus benar-benar diatur kadar alkoholnya. Jero Gede Wayan Suwena justru menegaskan, MUDP sejak lama mengusulkan pelegalan arak.

Tidak hanya ke gubernur, tapi juga ke DPR. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan petani arak.

“Sangat miris, masa bir, Joni Walker, Vodka, boleh ada di Bali, tapi arak hasil industri rakyat sendiri dilarang,” katanya memberi alasan.

Sejauh ini, menurut dia, arak Bali cukup bagus. Meski tidak bisa dipungkiri ada para pedagang nakal yang mencampurkan zat kimia berbahaya lain ke dalam arak yang dijual yang akhirnya membuat image arak Bali jadi jelek. 

 "Arak Bali kualitasnya cukup baik sepanjang itu dibuat dengan benar," tambahnya. Dijelaskan, dahulu kala, arak Bali juga merupakan bagian dari tradisi.

Arak seringkali selaku menjadi pelengkap saat megibung. Atau juga biasanya orang tua zaman dulu meminum arak Bali usai pulang dari sawah untuk menghangatkan badan.

"Makanya perlu diatur, apakah dengan perda. Atau seperti apa, intinya saya sepakat," tandasnya. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP