Rabu, 22 Jan 2020
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Begini Kronologis Aksi Pencabulan Pelajar SMK Lagi Training Versi TKP

18 Februari 2019, 08: 19: 13 WIB | editor : ali mustofa

pelecehan seksual, remas payudara, pelajar smk, pelajar training, polsek densel

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

DENPASAR – Tindakan tak senonoh diterima siswi salah satu SMK di Kota Denpasar berinisial NWA yang sedang magang di Restoran TM, di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan.

Empat orang pegawai senior di Restoran TM tega mengikat gadis 17 tahun itu diikat di kursi. Setelah diikat NWA digerayangi. 

Sumber Jawa Pos Radar Bali di Polsek Denpasar Selatan mengungkapkan, peristiwa bejat itu berlangsung pada Selasa (12/2) sekitar pukul 19.00.

Saat itu NWA sedang beristrahat. Empat karyawan adalah GG, Nyoman OD, AN dan Putu MK. “Korban sendiri baru beberapa hari training di restoran tersebut,” ujar sumber.

Sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak disebut itu menambahkan, pada hari pertama dan kedua kerja korban hanya sebatas digoda saja.

Suatu hari saat sedang beristirahat, NWA pergi ke ruang belakang.  Lalu datang empat pria karyawan senior ke ruang yang sama.

Lantaran situasi sedang sepi, timbul niat jahat seorang pelaku berinisial GG. “Mari kita perkosa dia (korban),” ujar GG sebagaimana dikutip sumber.

Sambil mengucapkan kata itu, GG langsung menghampiri dan memegang kedua tangan korban dari arah belakang seraya memeluk. GG juga sempat membekap mulut NWA.

Terlapor lainnya yaitu Nyoman OD ikut datang memegang kedua kaki siswi malang tersebut. NWA hanya bisa meronta.

Tak mau menyiakan kesempatan, AN dan Putu MK mendekat menggerayangi tubuh ksiswi ini hingga ke bagian payudara. Korban sempat menangis namun keempatnya terus beraksi.

Saat korban berteriak, barulah keempat terlapor melepaskannya sembari tertawa terbahak-bahak. Sedangkan korban terus menangis karena shock dirinya dilecehkan

Usai melakukan aksi itu, para senior ini bukannya minta maaf. Tapi malah mengejek-ejek sambil menertawainya.

Tidak terima dilecehkan, Ni Made WA melaporkan kasus tersebut ke orang tuanya. Lalu bersama orang tua datang ke polsek untuk melapor.

NWA mengira itu dilakukan karena bercanda. “Artinya perbuatan keempat terlapor ini pada perbuatan cabul,” tukas sumber ini.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selelatan, Iptu Hadimastika K. Putro membenarkan terkait adanya laporan pencabulan tersebut. Pihaknya masih dalami keterangan saksi korban.

“Kami masih dalami keterangan korban. Terlapor nantinya akan dipanggil. Karena itu, belum ada tersangka,” terang Iptu Hadimastika. 

(rb/san/mus/JPR)

 TOP