Minggu, 25 Aug 2019
radarbali
icon featured
Politika

Cegah Kepala Desa Masuk Bui, Rai Wirajaya: Elektronifikasi Jawabannya

18 Februari 2019, 10: 57: 37 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, rai wirajaya, caleg dpr ri, kepala desa, masuk bui

I Gusti Agung Rai Wirajaya, caleg DPR RI no. urut 4 dapil Bali dari PDI Perjuangan. (Istimewa)

Share this      

DENPASAR – Bali adalah milik masyarakat dunia. Oleh karena itu, arus lalu lintas uang seyogianya di-upgrade mengikuti perkembangan zaman demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kesadaran Pemprov Bali terkait hal ini disambut positif anggota DPR RI Komisi XI, I Gusti Agung Rai Wirajaya.

Jelasnya, implementasi elektronifikasi alias perubahan transaksi keuangan dari manual ke elektronik ini adalah langkah tepat untuk menghindari “kebocoran”dan tercecernya dana-dana belanja daerah.

Perluasan Less Cash Society (pembayaran tanpa uang tunai, red) dan keuangan inklusif melalui peningkatan akses keuangan untuk layanan

transaksi non tunai juga merupakan wujud nyata mengamankan nilai tukar rupiah terhadap mata yang asing, khususnya Dolar Amerika Serikat.

“Pemerintah pusat, melalui Kementerian Keuangan sudah melakukan hal itu,” ucap Rai Wirajaya yang merupakan mitra kerja Kementarian Keuangan, Minggu (17/2).

Rai Wirajaya
pemilu 2019, rai wirajaya, caleg dpr ri, kepala desa, masuk bui

I Gusti Agung Rai Wirajaya, caleg DPR RI no. urut 4 dapil Bali dari PDI Perjuangan bersama keluarga (Istimewa)

Caleg DPR RI nomor urut 4 dari PDI Perjuangan ini menekankan pentingnya penggunaan elekronifikasi keuangan daerah supaya semua transaksi tercatat, terawasi, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Dengan kata lain, penggunaan anggaran jelas; proyeknya juga jelas. “Jadi tak ada lagi yang namanya tidak tepat anggaran apalagi kebocoran,” tukasnya.

Yang penting dilakukan saat ini, imbuh politisi murah senyum itu adalah implementasi masing-masing pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM beserta infrastruktur yang dibutuhkan.

Intinya, perlu dijalin kerja sama dengan perbankan daerah untuk menampung dana-dana pembangunan.

“Setahu saya kalau di Bali pemerintah daerah telah bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Bali. Ini sinergitas yang penting” tandasnya.

Rai Wirajaya juga memuji capaian Bali yang berada di posisi kedua setelah DKI Jakarta dalam penggunaan elektronifikasi keuangan daerah.

Bali bahkan menjadi pilot project pemda dari Kemendagri. Menariknya, Rai Wirajaya menilai ke depannya dana desa yang biasanya dikucurkan langsung ke desa-desa bisa menggunakan elektronifikasi pembayaran.

Rai Wirajaya
pemilu 2019, rai wirajaya, caleg dpr ri, kepala desa, masuk bui

I Gusti Agung Rai Wirajaya, caleg DPR RI no. urut 4 dapil Bali dari PDI Perjuangan bersama warga Banjar Bekul, Penatih, Dentim sesaat sebelum matirta yatra ke Pura Semeru (Istimewa)

“Dengan digunakannya elektronifikasi dana desa ini diharapkan tidak ada lagi kepala desa yang terciduk akibat salah penggunaan anggaran,” katanya mengingatkan betapa pentingnya elektronifikasi anggaran.

Lebih lanjut, Rai Wirajaya menegaskan, elektronifikasi transaksi pemerintah bertujuan mengubah transaksi pengeluaran dan penerimaan pemerintah dari tunai menjadi non tunai

melalui berbagai kanal pembayaran untuk mewujudkan efisiensi, efektivitas, dan transparansi tata kelola keuangan pemerintah daerah melalui infrastruktur yang aman dan andal.

Untuk mewujudkan kondisi ideal itu, peningkatan kompetensi SDM melalui capacity building, pelatihan dan pendampingan teknis terkait sistem pembayaran non tunai dan teknologi digital, tegasnya, merupakan hal mutlak dan mendesak.

Termasuk upaya membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai manfaat bertransaksi non tunai sekaligus meningkatkan akses keuangan masyarakat.

Hal yang tak kalah penting lainnya, tegas Rai Wirajaya, adalah melanjutkan sinergi dengan lembaga keuangan untuk memperkuat infrastruktur pendukung transaksi non tunai dan memperluas elektronifikasi transaksi Pemda.

Elektronifikasi alias transaksi non tunai sangat penting diterapkan di Bali secara menyeluruh karena aman dan praktis.

Bila Bali ingin terus hidup sebagai daerah tujuan wisata internasional maka tidak ada alasan menolak kemajuan zaman, khusunya di bidang perbankan. (rba)

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP