Selasa, 19 Mar 2019
radarbali
icon featured
Politika
Millennial Road Safety Festival

Gubernur Kampanyekan Jokowi, Astawa Putra: Koster Harus Minta Maaf

18 Februari 2019, 19: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, gubernur koster, kampanyekan jokowi, astawa putra, caleg nasdem, caleg dprd bali

Anak Agung Gde Ngurah Astawa Putra, caleg DPRD Bali no. urut 1 dapil Klungkung dari Partai NasDem (Istimewa)

SEMARAPURA - Aksi Gubernur Bali Wayan Koster yang mengajak ribuan anak milenial memilih Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 17 April 2019 mendatang menuai polemik.

Kapolda Bali Inspektur Jendral Polisi Petrus Reinhard Golose dengan tegas menyatakan acara Millennial Road Safety Festival, Minggu (18/2) sore di Lapangan Renon Denpasar tidak diperuntukkan sebagai panggung politik.

“Kalau tadi gubernur sedikit kampanye itu bukan tujuan kita,” ucap jenderal bintang dua asal Manado itu.

Penegasan serupa disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja. Perwira tiga melati di pundak itu menegaskan Polda Bali yang berada di bawah naungan institusi Polri mutlak harus netral.

Kombes Hengky menyebut apa yang dilakukan Koster dalam kegiatan itu di luar tanggung jawab Polda Bali selaku penyelenggara festival.

Acara yang menghadirkan ribuan millennial se-Bali itu, terangnya, bukan agenda politik. "Polri, Polda Bali tidak ada agenda politik praktis dan itu dilarang

oleh undang-undang," tegasnya sembari menyebut acara yang digelar bertujuan memberikan pendidikan berlalu-lintas yang baik dan benar bagi kaum millennial.

Caleg Nasdem
pemilu 2019, gubernur koster, kampanyekan jokowi, astawa putra, caleg nasdem, caleg dprd bali

Anak Agung Gde Ngurah Astawa Putra bersama keluarga tercinta (Istimewa)

Sama halnya dengan Kapolda dan Kabidhumas Polda Bali, Ketua Bappilu DPW Partai Nasdem Bali, Anak Agung Gde Ngurah Astawa Putra menyayangkan tindakan sang gubernur.

“Bila yang melakukan pelanggaran jenis ini adalah Kepala Desa, Aparatur Sipil Negara (ASN), polisi, dan TNI, maka pelanggar  diancam pidana selama 1 tahun dengan denda Rp 24 juta.

Hal ini diatur di dalam UUD No 7 tahun 2017 Pasal 490 sampai 454. Bila yang melanggar adalah seorang gubernur, mari kita tunggu

ketegasan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)Bali,” ucap penanggung jawab kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kabupaten Klungkung tersebut.

Menariknya, caleg DPRD Bali no. urut 1 dapil Klungkung dari Partai NasDem itu meminta Wayan Koster menyampaikan permohonan maaf secara resmi.

Ini penting dilakukan mengingat Koster adalah orang nomor satu di Bali. Jangan sampai karena kesalahan yang dilakukan sang gubernur, masyarakat akhirnya kehilangan simpati pada hajatan Pilpres dan memilih golput.

Caleg Nasdem
pemilu 2019, gubernur koster, kampanyekan jokowi, astawa putra, caleg nasdem, caleg dprd bali

Anak Agung Gde Ngurah Astawa Putra bersama Ketua Umum Nasdem, Surya Dharma Paloh (Istimewa)

“Minta maaf dan akuilah kesalahan. Minta maaf adalah sifat ksatria. NasDem adalah parpol garda terdepan pemenangan Jokowi 5 tahun silam hingga detik ini.

Saya Jokowi, tapi tidak sama sekali membenarkan apa yang telah dilakukan Bapak Koster,” ungkap Anggota Tim Penyusunan Babad Puri Agung Klungkung sekaligus Kelihan Pemaksan Semeton Puri Batan Ental Banjarangkan itu.

Sambung Astawa Putra, dirinya memuja Presiden Joko Widodo karena ksatria meminta maaf kepada Mahfud MD terkait sosok calon wakil presiden yang ia pilih.

Dengan kata lain, minta maaf adalah sikap mulia bila seseorang berbuat salah atau merasa telah berbuat tidak menyenangkan bagi pihak lain.

“Jadi, sebaiknya minta maaf saja, Bapak Gubernur,” terangnya sembari menegaskan Koster blunder telak lantaran berkampanye di acara yang diprakarsai Polda Bali; institusi yang harus netral dari aktivitas politik.

Disinggung soal sanksi yang pas dijatuhkan Bawaslu Bali bagi pasangan Tjokorda Artha Oka Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Astawa Putra menjawab harus sesuai koridor aturan yang berlaku.

“Meskipun minta maaf, ya aturan harus tetap dijalankan. Saya berkeyakinan Bawaslu Bali yang anggotanya digaji oleh rakyat akan bersikap netral dan bertindak sesuai mekanisme yang berlaku,” tegasnya.

Astawa Putra meyakini blunder Koster tidak akan berpengaruh pada kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Bali karena Partai NasDem ada di belakang Jokowi. (rba)

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP