Rabu, 13 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Akui Remas Payudara Pelajar SMK, Polisi Bakal Gelar Rekonstruksi

19 Februari 2019, 08: 19: 46 WIB | editor : ali mustofa

remas payudara, pelajar smk, pelajar training, pra rekonstruksi, polsek densel

Ilustrasi (dok.jawapos.com)

Share this      

DENPASAR –Kasus pelecehan seksual yang menimpa pelajar SMK yang lagi training berinisial NWA, 17, masih terus diselidiki penyidik Polsek Denpasar Selatan.

Sejak Minggu (17/2) hingga Senin (18/2) kemarin, empat terlapor pelaku remas payudara korban, berinisial GG, Nyoman OD, AN, dan Putu MK, masih diperiksa penyidik kepolisian.

“Mereka kompak mengelak melakukan pelecehan (remas payudara),” ujar sumber kepolisian. Meski begitu, penyidik masih berusaha mengungkap kasus ini menjadi terang benderang.

“Ya mereka diperiksa sebagai saksi. Kami masih dalami keterangan saksi-saksi lain atau karyawan lain. Bila perlu pemilik resto hingga HRD akan dipanggil juga,” beber sumber.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan, para terlapor ini terkesan tidak mau jujur. Mereka justru kompak mengelak bahwa tidak terjadi peristiwa itu.

Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya membenarkan bahwa kasus ini sementara berjalan. Pihaknya sementara memeriksa dan mendalami keterangan 4 orang terlapor.

“Ya keterangannya sedang di garap (penyidik) dan sampai saat ini keterangan keempat terlapor saling tidak cocok,” tegasnya.

Guna mendapatkan bukti materil dalam kasus ini, pihaknya akan melakukan pra rekonstruksi. “Melalui pra rekonstruksi itu nanti untuk mengetahui peran dari keempat terlapor ini.

Nanti akan ketahuan siapa yang memegang payudara, memegang tangan, dan lainnya,” cetus mantan Kapolsek Kuta ini.

Lantas, kapan dilakukan pra rekonstruksi? Kompol Wirajaya belum memastikan kapan akan dilakukan pra rekonstruksi. Karena saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan empat terlapor.

“Ya, pra rekonstruksi nanti lah setelah Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) ke empat terlapor itu sudah dilakukan. Pra rekonstruksi untuk keterangan antarterlapor di BAP,” timpal Kompol Wiarajaya.

Apakah terlapor akan ditahan? “Mereka atau ke empat terduga pelaku dalam kasus ini belum ada yang ditahan.

Status mereka masih sebagai saksi. Nanti kita lihat setelah pra rekonstruksi. Saat itu baru akan ketahuan apa peran masing-masing,” bebernya.

Seperti diberitakan, pelecehan terhadap siswi magang ini berlangsung, Selasa (12/2) malam sekitar pukul 19.00.

Saat itu NWA sedang beristirahat di suatu ruangan. Lalu datang 4 orang senior di restoran berinisial GG, Nyoman OD, AN dan Putu MK.

Kemudian terlapor berinisial GG lebih dahulu menggoda dan menjaili korban. Puncaknya, terjadilah aksi pencabulan terhadap korban.

(rb/dre/mus/JPR)

 TOP