Rabu, 13 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Temukan 77 KK Miskin di Negari, Bupati Suwirta Sebut Kurang Motivasi

19 Februari 2019, 09: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

kk miskin, bupati suwirta, warga miskin

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di rumah warga miskin di Desa Negari (Istimewa)

Share this      

SEMARAPURA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melihat dalamnya ketimpangan kemiskinan yang terjadi di Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan saat menggelar Bedah Desa di Desa Negari kemarin.

Total KK miskin di Desa Negari sebanyak 77 KK dan jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) pun terbilang banyak yakni berjumlah 10 orang.

“Beberapa warganya bahkan ada yang tidak memiliki dapur dan mesti memasak di alam terbuka dengan tungku seadanya,” ungkap Bupati Suwirta.

Menurutnya, kemiskinan di desa ini umumnya bukan karena sakit, namun karena kurangnya motivasi dari lingkungan masing-masing.

Sebab pihaknya melihat cukup banyak KK miskin yang badannya terlihat sehat. “Selain itu mereka juga mempunyai lahan yang luas.

Untuk itu segera akan kami latih bertani dengan metode hidroponik serta pemasaran hasil produk pertaniannya ke depan,” ujar Bupati Suwirta.

KK miskin yang akan mendapatkan pelatihan pertanian hidroponik di antaranya Gusti Ngurah Budiasa, Gusti Ngurah Suryawan dan Gusti Ngurah Suardana.

Banyaknya KK miskin yang berprofesi sebagai buruh bangunan juga akan dikumpulkan dan diberikan pelatihan serta bantuan alat untuk selanjutnya dikirim ke Nusa Penida.

Menurut Bupati Suwirta, saat ini Nusa Penida sedang membutuhkan banyak tenaga tukang bangunan dengan bayaran yang lebih tinggi dibandingkan di Klungkung daratan.

“Selama ini tukang yang ada di sana didatangkan dari luar Bali. Potensi ini yang akan kami manfaatkan,” katanya.

Anggota KK miskin lainnya ada pula yang diangkat menjadi tenaga kontrak sebagai tukang sapu dan tukang kebun seperti Gusti Ngurah Agus, 20, Pande Putu Sitapandini, 21, dan Gusti Ngurah Gemet.

Sementara Dewa Gede Ananda Tirta yang merupakan seorang yatim piatu akan diikutkan seleksi mengikuti pelatihan kerja kapal pesiar.

“Memberikan mereka peluang usaha dan lapangan kerja akan lebih baik daripada rutin mengirimkan bantuan sembako. Namun, kepada KK miskin permanen akan tetap kami berikan sembako,” terangnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP