Selasa, 19 Mar 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Wow..!Janda Penipu Calon Anggota Polisi Juga Ngaku Anak Jenderal

20 Februari 2019, 21: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pelaku penipuan, anggota bhayangkari, janda satu anak, ratusan juta, polresta denpasar, ngaku anak jenderal,

NGAKU ANAK JENDERAL : Tersangka Niswatun Badriyah saat menunjukkan barang bukti di Mapolsek Densel, Rabu (20/1), (Marcell Pampur)

DENPASAR-Pascaditangkap tim Buser Polsek Densel, Sabtu (16/2) lalu di Sidoarjo, Jawa Timur, polisi langsung melakukan penyidikan terhadap janda cantik bernama Niswatun Badriyah, 25, asal Sidoarjo, Jawa Timur pelaku penipuan calon anggota Polri senilai Rp 639 juta.

Hasil penyidikan, selain berpura-pura dengan mengaku sebagai istri polisi (ibu bayangkari) yang bisa meloloskan  korban menjadi polisi, modus penipuan yang dilakukan janda muda anak satu juga mengaku memiliki kenalan jenderal di Mabes Polri.

Seperti disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan. Kata Ruddi, untuk lebih meyakinkan korban, di rumah kontrakan yang juga milik korban, pelaku memasang sejumlah foto-foto dirinya memakai seragam bhayangkari.

Foto berukuran 10 R itu dipajang bersama dengan foto seorang pria anggota polisi berbaju dinas, yang seolah-olah itu adalah ayahnya yang berpangkat jenderal.

"Dia (pelaku hanya tamat SMA. Tapi dia mengedit sendiri semua fotonya memakai seragam bhayangkari. Dia juga membeli khusus seragam bhayangkari," kata Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (20/2).

Karena yakin dengan foto tersangka, korban pun kepincut dan kemudian  menyerahkan ratusan juta uang miliknya kepada pelaku agar bosa lolos menjadi anggota polisi. Korban beryambah yakin saat pelaku mengaku pernah meloloskan orang sebelumnya.

"Pelaku ini juga mengaku memiliki rekan di Mabes Polri yang merupakan seorang jenderal. Tapi itu fiktif," tambah Kombes Ruddi.

Sedangkan uang yang telah diserahkan oleh korban pun dibuatkan surat pernyataan bermaterai 6000 yang berisi bahwa jika korban tidak lulus maka uang akan dikembalikan.

Namun rupanya itu hanya isapan jempol belaka, karena korban tetap tidak lulus.

Korban juga mulai menaruh curiga ketika korban hendak meminta uang kepada tersangka, tersangka malah pergi ke kampung halamannya di Sidoarjo, Jawa Timur.

(rb/pra/mar/mus/JPR)

 TOP