Minggu, 25 Aug 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Proyek DAS Tak Kunjung Beres, Lahan Sawah di Denpasar Kekeringan

21 Februari 2019, 04: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

das tukad ayung, lahan sawah, denpasar kekeringan, distan denpasar

11 subak di Denpasar Timur kesulitan pasokan air karena proyek DAS Tukad Ayung, Gianyar (Adrian Suwanto/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR – Perbaikan jaringan irigasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Ayung di Kabupaten Gianyar berdampak terhadap pertanian di Kota Denpasar.

Pasalnya, sebanyak 625 hektar lahan pertanian dari 11 subak di Denpasar Timur (Dentim) merana lantaran lahan mereka kekeringan.

Akibatnya, para petani setempat pun tak bisa bercocok tanam. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar Ir I Gede Ambara Putra mengatakan,

subak yang terkena dampak dari peningkatan jaringan Tukad Ayung, yakni subak Umadesa, Subak Temaga, Subak Padanggalak, Subak Umalayu, Subak Subak Paang, Subak Saba, Subak Longatad, dan Subak Taman.

Perbaikan DAS ini dilakukan oleh Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWS-BP). “Dampak dari peningkatan jaringan irigasi tersebut yang dimulai April sampai November 2019 mendatang,

para petani tidak bisa menanam padi dua kali dan sekali tanam hortikultura,” jelas Ambara Putra didampingi Kabid Prasarana, sarana dan penyuluhan Ir Ida Ayu Sukerniati.

Kata dia, ketika para petani tidak bisa bercocok tanam selama delapan bulan, otomatis akan kehilangan penghasilan dari panen padi mau pun tanaman hortikultura.

Namun, seluruh subak mendapatkan air setelah November, maka para petani akan dibantu bibit.

“Kalau airnya bisa mengalir bulan Oktober akan dibantu bibit benih padi di APBD Perubahan 2019. Jika tidak selesai November akan dibantu benihnya pada APBD induk 2020,” pungkasnya. 

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP