Kamis, 18 Jul 2019
radarbali
icon featured
Bali United
Piala Indonesia

AWAS! Persela Matikan Gerak Paulo dan Lilipaly, Ini Antisipasi Teco..

22 Februari 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bali united, piala indonesia, persela lamongan

Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR - Laga kandang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta melawan Persela Lamongan Jumat (22/2) hari ini, tampaknya, akan berjalan lebih mudah.

Anak asuh Stefano Cugurra Teco hanya butuh modal seri untuk bisa lolos delapan besar Piala Indonesia 2018. Namun, Teco sendiri tidak mau bermain seri di kandang sendiri.

Dengan modal materi pemain yang lebih bagus dan tampil di hadapan suporter, Coach TEco ingin menang di kandang.

Persela Lamongan sendiri datang tanpa didampingi kepala pelatih Aji Santoso. Persela hanya didampingi asisten pelatihnya Bambang Danur Dara.

Coach Teco mengatakan, kemenangan di leg pertama di Lamongan menjadi modal yang bagus bagi Bali United.

“Piala Indonesia terdiri dari dua pertandingan, 50 persen kita sudah menang di Lamongan, sudah kerja 50 persen. Tapi ada sisa 50 persen, kita akan kerja bagus lagi.

Seperti saya bilang, untuk lolos kita cukup seri, tapi pasti bermain di kandang di depan suporter kita tidak mau seri, kita mau menang lagi,” tegas Teco.

Disinggung mengenai skema yang akan digunakan, Coach Teco belum memutuskan. Dia menuturkan masih akan melihat perkembangan pemain dalam latihan.

 “Siapa yang siap dan tidak kita lihat di satu kali latihan lagi. Setelah itu baru ada keputusan,” kata Coach Teco.

Sementara itu, asissten pelatih Persela Lamongan, Bambang Danur Dara menuturkan dalam lawatannya ke Bali pihaknya memboyong 18 pemain.

Namun dua pemain Persela masih mengalami masalah cedera. “Itu posisi gelandang serang. Kalau satu pemain dipastikan absen karena cedera lutut setelah pertandingan di Lamongan kemarin.

Sedangkan Jose Sardon yang juga mengalami cedera karena pangkal pahanya ketarik kita lihat perkembangannya besok (hari ini) kondisinya,” tutur Danur.

Langkah berat dialami Persela Lamongan akibat kekalahan di stadion Surajaya kemarin. Terkait hal tersebut kata Danur, Persela datang ke Bali dengan keyakinan menang.

“Di sepak bola apapun bisa terjadi. Kita tetap bermain maksimal dengan misi menang,” tuturnya. Pihaknya akan menerapkan permainan yang sama seperti di kandang mereka.

Mengacu dari permainan kemarin, permainan Persela tidak terlalu jelek. Terlebih pada babak kedua yang tampil semakin agresif dengan melakukan benerapa pressing di depan yang membuat beberapa peluang emas tercipta.

“Ada empat peluang di babak kedua yang 100 persen seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Tapi karena memang kurang beruntung saja,” imbuhnya.

Disinggung apakah ada instruksi khusus dari Aji Santoso dalam pertemuan di leg kedua ini, pria tambun ini menyatakan telah mengenal betul katanter permainan yang diinginkan Aji Santoso.

“Kita di sini pendelegasian dari coach Aji, kita mungkin akan mengambil kebijakan-kebijakan insidentil di lapangan, tapi secara umum coach Aji sudah menginstruksikan bermain,” paparnya.

Pihaknya mengakui bahwa Bali United merupakan tim yang sangat solid. Dengan materi yang sangat bagus. Bahkan pemain sekelas Irfan Bachdim pun menjadi pemain cadangan.

“Bagaimana ngerinya materi mereka, yang jelas pemain-pemain Bali United, sarat pengalaman, kualitas bagus tapi kita yakin Persela ini mengutamakan organisasi pemain lah

supaya mereka bermain mengutamakan organisasi cara bermain yang kita inginkan, jadi sama sekai kita tidak silau lah,

di dalam pemain tadi meski Bali United bermaterikan pemain bagus, sangat layak untuk target juara menurut saya,” terangnya.

Yang menjadi antisipasi dari Persela sendiri yakni dua pemain depan laskar Serdadu Tridatu julukan Bali United akan mendapat kawalan ketat. Terutama Liliply dan juga Paulo Sergio.

“Kalau bola dipegang mereka berdua sangat berbahaya, karena gerakannya lincah, mereka sangat bagus makanya kita harus bisa menatikan mereka,” tegasnya.

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Teco, dia mengakui bahwa dua pemain tersebut merupakan pemain bagus.

Paulo Sergio sendiri diakui Teco masih butuh waktu lagi untuk beradaptasi dengan pemain lainnya. “Saya pikir di dalam tim bukan satu dua orang saja,

mungkin dia bisa matikan dua orang ini. Tapi, Fadil bisa buat beda dalam pertandingan. Tim saya tidak bekerja hanya satu dua orang saja.

Mungkin pelatih Lamongan mau matikan dua orang  saja, tapi pemain lain bisa leluasa. Tapi kita respect semua, dia pasti punya taktik kita juga punya taktik,” tutupnya. 

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP