Rabu, 16 Oct 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal
Alasan Ashram Gandhi Polisikan Ipung dkk

Dikucilkan, Psikologis Terganggu, Dika: Guruji Akan Selesaikan Semua

28 Februari 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kasus pedofil, tokoh besar bali, polisikan ipung, ashram gandhi, polda bali

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendatangi Ashram Gandhi Puri Sevagram Klungkung, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung beberapa waktu lalu (dok.radarbali)

Share this      

SEMARAPURA - Kasus tindak pidana pedofil yang diduga dilakukan GI yang dibeberkan Siti Sapurah alias Ipung dkk beberapa minggu terakhir diyakini telah memberi dampak

pada kondisi psikolog anak-anak yang saat ini masih tinggal di Ashram Gandhi Puri Sevagram Klungkung, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan.

Tidak hanya menyeret-nyeret nama GI namun juga menyeret-nyeret nama ashram yang didirikan GI. Pasalnya, kondisi terakhir anak-anak ashram mendapatkan perlakukan tidak baik dari lingkungan sekolah mereka.

Sehingga membuat anak-anak ashram merasa dikucilkan bahkan ada yang sampai jatuh sakit. Itu sebabnya Koordinator ashram, I Wayan Sari Dika, mengungkapkan telah melaporkan Ipung dkk ke Polda Bali.

Menurut Dika, jika Ipung dkk menduga GI yang melakukan tindakan pedofilia, seharusnya hanya GI yang disebut-sebut.

Namun dalam pemberitaan selama ini, nama Ashram Gandhi Puri Sevagram Klungkung yang terus terekspos seolah-olah ashram tersebut merupakan tempat pedofil.

“Pemberitaan yang beredar selalu memojokan ashram,” ujarnya. Hal ini, menurutnya, telah memberi dampak pada psikologis anak-anak ashram.

Diterangkannya, anak-anak ashram saat ini ada yang duduk di bangku SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Dengan pemberitaan yang tidak hanya menyeret nama pemilik ashram namun juga ashram itu sendiri, diungkapkannya anak-anak ashram kini dijauhi oleh teman-teman sekolahnya.

Bahkan ada salah satu anak ashram yang dipanggil guru BK untuk dimintai penjelasannya terkait pemberitaan yang selama ini beredar.

“Yang sampai menangis bahkan droop dan jatuh sakit waktu ini ada. Karena selama ini mereka merasa Guruji tidak ada sama sekali memperlakukan mereka seperti yang diberitakan.

Selama ini Guruji sudah menganggap kami yang tinggal di ashram sebagai anak beliau sendiri. Beliau yang memperhatikan semua kebutuhan kami,” katanya.

Melihat dampak dari kabar tersebut cukup luar biasa bagi psikologis anak-anak ashram, akhirnya ia bersama anak-anak ashram lainnya dan mendapat dorongan pula dari pihak alumnus memutuskan untuk membuat pengaduan tersebut ke Polda Bali.

“Terkait laporan yang kami buat itu, Guruji sudah tahu. Dan tanggapan beliau menyatakan setuju. Guruji sudah membentuk tim hukum, beliau nanti yang akan menyelesaikan semua ini

setelah pulang dari India. Rencananya pulang ke Bali bulan Maret sebelum minggu ketiga,” ungkapnya.

“Harapkan kami ke depan agar kasus ini dapat segera selesai dan tidak terulang kembali,” imbuhnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP