Rabu, 24 Apr 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Debit Air Tukad Unda Naik, Truk Penambang Pasir Liar Terjebak Banjir

19 Maret 2019, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

hujan lebat, debit air naik, tukad unda, truk penambang pasir, bpbd klungkung

Sebuah truk penambang pasir liar terjebak setelah debit air Tukad Unda naik pascahujan lebat yang mengguyur Bali kemarin (Istimewa)

SEMARAPURA - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Klungkung, Senin (18/3) siang hingga malam hari itu tidak hanya

membuat banjir di sejumlah titik di Klungkung, namun juga membuat satu unit truk terjebak arus air Kali Unda, Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung.

Personel BPBD Klungkung bersama masyarakat pun harus bersusah payah untuk mengevakuasi truk kombinasi warna biru dan putih itu.

Kalak BPBD Klungkung Putu Widiada mengungkapkan, hujan deras membuat debit air Kali Unda naik. Akibatnya satu unit truk pengangkut pasir terjebak.

Oleh BPBD Klungkung bersama masyarakat, truk tersebut dievakuasi dengan menggunakan alat berat. Truk berhasil dievakuasi ke tempat yang aman setelah berupaya selama 30 menit.

“Kami tidak tahu kenapa truk itu bisa di sana. Yang kami tahu, sopir truk tidak ada di lokasi saat truk itu terjebak. Sehingga kemungkinan saat hujan turun tidak terlalu deras,

sopir berteduh dan meninggalkan truknya di lokasi. Truk tidak hanyut, namun debit airnya yang naik dan membuat truk terjebak di sana,” ujarnya.

Berdasar pengamatan yang dilakukan sejak tahun 2018 lalu, truk tersebut merupakan truk yang kerap digunakan penambang pasir liar untuk mengangkut pasir-pasir hasil penambangan pasir ilegal di bekas galian C, Desa Tangkas.

Meski kerap ditindak oleh Satpol PP Klungkung, para penambang liar ini tidak pernah jera dan mencari kelengahan petugas Satpol PP.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung, I Putu Suarta mengaku kerap melakukan patroli untuk memastikan tidak ada lagi penambang pasir liar mencari pasir di kawasan tersebut.

Dan, beberapa bulan terakhir ini, pihaknya mengaku tidak pernah lagi melihat keberadaan penambang liar di kawasan tersebut.

“Kami tidak tahu kapan mereka melakukan penambangan. Apakah pagi-pagi sekali atau saat malam hari,” katanya.

Melihat para pencari pasir ilegal masih membandel dengan adanya peristiwa itu, pihaknya dalam waktu dekat ini berencana turun ke lokasi memastikan jalan yang digunakan para penambang liar untuk menuju lokasi.

“Kami belum berencana untuk memasang portal. Kami akan pastikan dulu ke lapangan,” tandasnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP