Kamis, 19 Sep 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Diduga Darah Tinggi, Sakit Kepala Tiga Hari, Perbekel Sebatu Meninggal

19 Maret 2019, 22: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

perbekel meninggal, Perbekel Sebatu, Darah tinggi, pembuluh pecah, Pemkab Gianyar,

Mendiang Perbekel Sebatu Wayan Pasek Yusabawa, (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Kabar duka datang dari Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Gianyar.

Perbekel Desa Sebatu, Wayan Pasek Yusabawa, 55, perbekel seumur jagung dan baru dilantik pada Oktober 2018 lalu tutup usia, Senin malam (18/3) pukul 23.20.

Putra pertama mendiang, Putu Agus Wiraguna, Selasa (19/3) mengatakan, sebelum meninggal, ayahnya yang dikenal rajin olah raga itu sempat mengeluh sakit kepala sejak tiga hari terakhir.

“Sudah tiga hari yang lalu sempat bilang sakit kepala tapi tertunda dibawa ke dokter karena kegiatannya padat. Selain itu kemarin juga beraktivitas biasa, dan saya tidak pernah terpikirkan seperti ini karena memang tidak memiliki riwayat sakit apapun,” terang Wiraguna

Lebih lanjut, sebelum akhirnya meninggal dunia, dari keterangan pihak keluarga, Senin siang ayahnya masih sempat berangkat ke Kantor Desa menggunakan sepeda motor. 

Kemudian mendiang juga masih mengikuti rapat di Balai Budaya Gianyar sampai pukul 15.00.

Setalah itu sempat pulang ganti pakaian dan melanjutkan untuk sosialisasi di desa setempat pada pukul 17.00-18.30.

“Saat itu kebetulan saya ada keluar rumah sama ibu. Tetapi menurut nenek yang ada di rumah bilang, pulang dari sosialisasi itu bapak ke dapur untuk mengambil pakan ternak. Tapi sudah pusing dan duduk sempat meminta minyak urut,” ujarnya.

Selanjutnya, saat hendak bangun langsung pingsan. “Kemudian langsung dibawa ke Puskesmas 1 Tegallalang nafasnya sudah kayak cegukkan dan dirujuk ke RS Sanjiwani, pada pukul 00.15 dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.

Kata dia, penyebab meninggalnya itu karena pembuluh darah korban pecah akibat tensi tinggi.

“Untuk pelaksanaan ke setranya kita masih menunggu keputusan di banjar. Biasanya setelah Karya di Pura Agung Besakih baru akan diupacarai, entah diaben atau bagaimana belum ada keputusan,” paparnya.

Wiraguna menambahkan, almarhum tutup usia di usia 55 tahun, meninggalkan seorang istri, dua anak, dan lima cucu.

Sebelum menjadi Perbekel, almarhum adalah seorang PNS di Dinas Pendapatan Kabupaten Gianyar dan saat menjadi perbekel aktif di berbagai organisasi.

(rb/dra/pra/mus/JPR)

 TOP