Sabtu, 25 May 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Bolak-balik Ditambal, Jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk Rusak Lagi

21 Maret 2019, 20: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

jalan nasional, penambalan jalan, denpasar - gilimanuk, bpjn wilayah III

Sejumlah kendaraan melintasi jalan nasional berlubang, terlihat bergelombang sehingga membahayakan pengendara. (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA – Belum lama diperbaiki, Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Kota Negara rusak lagi.

Rusaknya jalan ini, selain karena hujan dengan intensitas tinggi, ditambah dengan kendaraan yang melintas di jalan nasional ini banyak yang melebihi kapasitas.

Seperti di traffic light simpang empat Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara. Belum lama ini sudah ada perbaikan jalan dengan menambal bagian aspal jalan yang berlubang.

Tapi, jalan yang ditambal itu mengalami kerusakan lagi. Bahkan, terlihat lebih parah dan membahayakan pengendara karena lubang cukup dalam.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Grace Agustina Togatorop, BPJN wilayah III menangani semua jalan nasional, termasuk di Jembrana.

Untuk penanganan rekonstruksi pembangunan jalan, sudah ada umur rencana. Contoh selama 10 tahun jalan itu pasti akan mengalami penurunan.

Dalam 10 tahun diperbolehkan melakukan pemeliharaan berkala dengan melakukan over lay. Agar jalan sesuai dengan umur rencana, dilakukan perbaikan dengan pemeliharaan rutin.

Pemeliharaan rutin tersebut, dengan melakukan penambalan atau menutup pada aspal jalan yang berlubang.

“Sementara untuk Jembrana belum ada penanganan berkala. Masih tutup lubang sebagai salah satu pemeliharaan rutin setiap tahun agar air tidak masuk dalam jalan, itu yang kita lakukan,” ungkapnya.

Pemeliharaan jalan rutin tersebut dilakukan, karena untuk overlay setiap tahun dari ujung ke ujung jalan nasional tidak mungkin dilakukan.

“Jadi kita skala prioritas, titik mana yang perlu penanganan secepatnya dan butuh penanganan segera,” ujarnya.

Salah satu penyebabnya, muatan kendaraan yang berlebih. Banyak kendaraan lewat jalan nasional lebih dari muatan yang semestinya.

“Kendaraan melebihi muatan salah satu musuh jalan, selain hujan.  Itu kenapa kita kami sering menutup lubang agar tidak masuk air,” tandasnya. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP