Jumat, 23 Aug 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Kasihan, Nasib Bedah Rumah Warga Miskin Gianyar Kian Tak Jelas

22 Maret 2019, 13: 47: 26 WIB | editor : ali mustofa

bedah rumah, warga miskin, dinsos gianyar, dinas perumahan gianyar

Rumah keluarga Dewa Arisudewa, 29, di Lingkungan/Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar hanya didata sejak 2015 untuk bedah rumah, tapi tak kunjung dibangun. (Indra Prasetia/Radar Bali)

Share this      

GIANYAR - Bedah rumah yang tiga kali dijanjikan kepada keluarga kurang mampu, Dewa Gede Arisudewa, 29, di Lingkungan/Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar kian tak jelas.

Antara Dinas Sosial dengan Dinas Perumahan, terkesan saling tuding mengenai penanganannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Made Watha, menyatakan untuk bedah rumah menjadi kewenangan Dinas Perumahan Kabupaten Gianyar.

“Untuk bedah rumah warga kurang mampu sudah dilimpahkan kewenangan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman, coba konfirmasi kesana,” ujarnya kemarin.

Sedangkan, Kepala Dinas Perumahan Kabupaten Gianyar, Ida Bagus Sudewa, menyatakan sejak menjabat 2017 lalu, dirinya tidak pernah menerima data rumah keluarga kurang mampu Dewa Arisudewa di Samplangan.

“Katanya dicek sejak 2015 oleh petugas sebanyak tiga kali. Dinas ini baru terbentuk 2017, sudah saya cek datanya memang tidak ada masuk. Dan data itu saya dapat dari dinas sosial,” ujarnya.

Mengenai informasi terkait kondisi rumah Dewa Arisudewa, pihaknya akan menerjunkan tim ke lokasi tersebut.

“Nanti saya survei kembali, kemudian saya juga akan bersurat lagi ke Kelurahan. Nanti seluruh desa saya surati untuk mengecek kembali warga kurang mampu. Karena kondisi warga yang paling tahu pasti di desa atau kelurahan,” terangnya.

Terkait mekanisme bedah rumah, itu semua datang dari usulan desa atau kelurahan. “Nanti kepala desa atau lurah menginformasikan langsung ke kami ada rumah tidak layak. Lalu kami verifikasi,” tukasnya.

Diberitakan Jawa Pos Radar Bali sebelumnya, Dewa Arisudewa ini tergolong keluarga kurang mampu dan tinggal serumah bersama 7 anggota keluarga.

Rumah yang dihuni itu berukuran 4x6 meter. Rumah tersebut terbagi menjadi dua kamar tidur dengan sebuah dapur dan atap rumah ada yang bocor.

Dewa Arisudewa yang menderita mata rabun mengaku sempat didatangi petugas dari Kantor Desa dari Pemkab Gianyar sejak 2015 lalu. Petugas sampai datang tiga kali dengan janji yang berbeda-beda.

Pada pendataan pertama akan diberikan bantuan bedah rumah secara total, pendataan kedua dijanjikan hanya mengganti atap rumah saja, dan pendataan yang ketiga akan direnovasi kerusakannya saja. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP