Jumat, 19 Apr 2019
radarbali
icon featured
Bali United

Transisi Paulo Sergio Mengejutkan, Coach Teco: Di Bali Dia Lebih Free

24 Maret 2019, 09: 45: 17 WIB | editor : ali mustofa

bali united, paulo sergio, coach teco, transisi pemain

Pelatih Bali United Stefano Teco Cugurra berbincang dengan Paulo Sergio (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

SEMINYAK – Pemain mungil berpaspor Portugal Paulo Sergio terkenal dengan gaya permainan menyerang, baik semasa di Bhayangkara maupun Bali United.

Itu sebabnya saat bermain untuk The Guardian – sebutan Bhayangkara FC di Liga 1 2017, Paulo Sergio mampu meraih gelar pemain terbaik.

Sekarang dia sudah hijrah ke Bali United dan sudah melakoni beberapa kali pertandingan bersama Serdadu Tridatu.

Ada sedikit perubahan yang dibuat Paulo Sergio saat bermain dengan Bhayangkara FC dan Bali United saat ini.

Saat di Bhayangkara FC, dia lebih banyak berada di area pertahanan lawan atau istilahnya lebih sering berada di area box pertahanan lawan.

Dengan leluasa, dia menyerang dan memberikan umpan kepada penyerang The Guardian Army - julukan Bhayangkara FC. 

Sekarang, Paulo bermain sedikit lebih kebelakang. Tetapi pola serangannya tidak berubah. Mantan pemain Sporting Lisbon ini juga sering membantu pertahanan.

Saat menyerang dan bertahan, dia sama-sama kuat. Hai tersebut terlihat saat Bali United menghadapi Semen Padang di laga kedua Piala Presiden 2019.

Saat itu dia mampu memberikan umpan terobosan kepada Melvin Platje setelah berhasil merebut bola dari penguasaan pemain Semen Padang di Zona pertahanan Serdadu Tridatu. 

Visi dan misi bermainnya terlihat semakin tajam ditangan Pelatih Bali United Stefano “Teco” Cugurra. Pertanyaannya, apakah Teco menemukan skema terbaik untuk Paulo Sergio?

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Sebab Teco mengatakan ada sistem yang berbeda antara Bali United dan Bhayangkara FC semasa ditukangi Simon McMenemy.

Menurut Coach Teco, formasi yang diterapkan Simon di Bbhayangkara adalah 4-4-2 diamond. Berbeda dengan Bali United yang lebih mengandalkan skema 4-3-3.

"Ya, mungkin Bhayangkara main dengan sistem lain. Mereka waktu itu pakai skema 4-4-2 diamond. Mungkin saya pikir sistem saja yang berbeda.

Dia disini (Bali United) punya ruang bebas dengan sistem yang berbeda. Dia lebih free untuk melakukan serangan dan bertahan dimanapun dia mau," tegas Coach Teco kemarin.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP