Jumat, 19 Apr 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali Turun, India Tetap Bertahan

02 April 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

kunjungan wisman, kunjungan turun, bps bali, india bertahan, dispar bali

Wisatawan asing menikmati suasana Kuta saat diabadikan beberapa waktu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR - Indikator primadona yang masih melekat pada capaian parwisata suatu daerah adalah angka jumlah wisatawan mancanegara (wisman).

Capaian secara kuantitas memang menjadi target pemerintah dimana Presiden Joko Widodo sempat menyatakan bahwa target pariwisata Indonesia yakni mencapai 20 juta wisman di tahun 2019, dan 40 persennya disumbang oleh kunjungan wisman ke Bali.

Tentu pernyataan tersebut bukan semata-mata dianggap secara harfiah saja. Implikasinya tentu kemana-mana. Mulai dari pengembangan suatu wilayah, penyerapan tenaga kerja, hingga peningkatan taraf hidup masyarakat wilayah destinasi.

Namun, di bulan Februari 2019, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa jumlah kedatangan wisman ke Bali mencapai 437.537 kunjungan, dengan wisman yang melalui udara sebanyak 436.370 kunjungan, serta yang melalui laut sebanyak 1.167 kunjungan.

Kondisi ini menunjukkan penurunan sedalam -3,99 persen terhadap bulan Januari 2019. Tidak hanya itu, dibandingkan bulan Februari 2018, capaian ini juga mengalami penurunan sedalam -3,29 persen.

Meski trend jumlah wisman di bulan Februari memang menunjukkan penurunan kecuali kondisi di tahun 2018 yang meningkat tajam karena berakhirnya travel warning terkait bencana Gunung Agung,

namun jumlah wisman di Bulan Februari 2019 adalah yang paling rendah dibandingkan dengan bulan yang sama di tiga tahun terakhir.

Lima negara yang mendominasi kunjungan wisman ke Bali yaitu pertama wisman dari Tiongkok dengan proporsi kedatangan sebesar 28,03 persen,

kedua adalah wisman asal Australia sebesar 15,42 persen, ketiga adalah wisman asal India sebesar 6,58 persen,

keempat yakni wisman asal Jepang sebesar 4,72 persen, serta kelima adalah Inggris dengan proporsi sebesar 3,61 persen dari total kunjungan wisman ke Bali.

Dari kelima negara utama asal wisman yang datang ke Bali, hanya India yang tetap mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Fenbruari 2018.

Bila dibandingkan dengan dua negara besar asal wisman yang selalu mendominasi yakni Tiongkok dan Australia, capaian kunjungan wisman India memang jauh.

Tapi ini bisa jadi merupakan sinyal positif bagi pelaku usaha dalam “menggaet” turis India baik dengan media promosi apapun. 

Dalam sebuah report bertajuk “Outbound Tourism From India, 2015” menyatakan bahwa kedatangan wisman yang berasal dari India mencapai 35 juta pada tahun 2020.

Dan menurut UNWTO (2012), India merupakan bagian dari negara-negara dengan jumlah pasar wisata outbound yang tumbuh dengan cepat.

Pengeluaran wisman asal India juga diprediksi akan meningkat di tahun 2030 mencapai USD 91 miliar. Bahkan, wisatawan India dikatakan akan menjadi wisman dengan pengeluaran terbesar kedua setelah Tiongkok.

Selain itu, wisatawan India dikenal sebagai wisatawan multi negara, yang tak cukup hanya mengunjungi satu negara.

Oleh karena itu, Bali dengan keunikannya tersendiri sudah tentu akan memberikan kesan dan ingatan yang luar biasa yang pasti akan membedakannya dengan negara lain. (dwi yustiani/statistisi BPS Bali)

(rb/mus/mus/JPR)

 TOP