Sabtu, 25 May 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Badah, Kerap Bikin Onar di Desa, Bule Belanda Atlet MMA Dipolisikan

09 April 2019, 14: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

bule belanda, atlet mma, bikin onar, desa petandakan, imigrasi buleleng, polsek singaraja

Perbekel Petandakan Wayan Joni Arianto (tiga dari kiri) saat mengadu ke Kantor Imigrasi Singaraja (Eka Prasetya/Radar Bali)

SINGARAJA – Perbekel Petandakan Wayan Joni Arianto bersama sejumlah warganya, mengadukan seorang Warga Negara Belanda ke polisi dan imigrasi.

Warga Negara Asing (WNA) yang diketahui bernama Johannes Franciscus Peters itu dianggap sering membuat onar dan berseteru dengan warga setempat.

Joni mendatangi Mapolsek Kota Singaraja dan Kantor Imigrasi Singaraja, pagi kemarin (8/4). Ia didampingi sejumlah warga.

Menurut Joni, WNA tersebut sudah menetap di Desa Petandakan sejak dua tahun silam. WNA itu tinggal bersama seorang wanita yang bernama Wayan Nita Marlina.

Wanita itu juga menjadi sponsor WNA tersebut, sehingga bisa mendapatkan izin tinggal. Sejak setahun lalu, WNA tersebut mulai berulah di desa.

Setahun lalu, tepatnya pada Mei 2018, Peters sempat berseteru dengan Putu Suriati, warga setempat. Saat itu masalah bisa diselesaikan secara kekeluargaan di kantor desa.

Selesai dengan masalah tersebut, WNA yang disebut-sebut pernah berlaga pada ajang pertandingan Mixed Martial Art (MMA) itu kembali berulah.

“Pernah bawa motor ngebut. Akhirnya ditegur warga. Tapi dia marah, malah mengancam warga kami dengan senjata tajam. Dia pernah juga membawa senjata api. Makanya warga kami ini resah,” kata Joni.

Ia mengaku sudah sempat menelusuri keberadaan WNA tersebut di beberapa tempat. WNA itu disebut sempat tinggal di wilayah Desa Kubutambahan, Kelurahan Penarukan, maupun Kelurahan Banyuning.

Ujung-ujungnya warga di sana juga meminta agar WNA itu hengkang. “Terakhir masalah lagi sama warga kami gara-gara suara musik. Padahal volume musiknya sudah kecil.

Tapi, dia datang sambil marah-marah dan maki-maki dengan kata kasar. Akhirnya terjadi keributan lagi. Kami harap ada tindakan dari yang berwenang, karena warga kami sudah resah sekali,” keluh Joni.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP