Rabu, 18 Sep 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Ayu Serli Hingga Ke Setra

13 April 2019, 23: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

dugaan pembunuhan, mahasiswi tewas dibunuh, mahasiswi Undiksha, tewas membusuk, korban pembunuhan dimakamkan, Ayu Serli,

BERJUBEL : Suasana pelayat saat hendak mengantar jenazah Ayu Serli, mahasiswi cantik yang tewas dibunuh pacarnya sendiri (Juliadi)

Share this      

TABANAN-Prosesi pemakaman jasad Made Ayu Serli Mahardika, mahasiswi jegeg (cantik) yang tewas dibunuh pacarnya sendiri, dilangsungkan Sabtu sore (13/4) sekitar pukul 17.00.

Jenazah mahasiswi semester IV Jurusan Fisika Fakultas MIPA Undiksha Singaraja, itu dimakamkan di setra Banjar Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Tabanan

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, tampak ratusan pelayat ikut mengiringi jenazah Serli sampai ke peristirahatan terakhir.

Tampak ratusan warga banjar dari desa adat Senganan ikut mengantar proses pemakaman Serli ke Setra.

Selain warga, kedua orang tua korban I Nyoman Suastika dan Ni Nyoman Sarini juga sudah terlihat tegar saat melepas kepergian anaknya.

Selain warga adat, sejumlah tamu dan kerabat dari keluarga juga berdatangan ke rumah duka.

“Saya lihat orang tua dari korban sudah bisa menerima kenyataan. Meski anaknya meninggal dimasa usia masih muda,” terang Kelian Dinas Banjar Senganan Kangin, I Made Sukarmayasa.

Bahkan kata Sukarmayasa selain krama adat, sejumlah teman kuliah Ayu Serli juga tampak ikut mengantar jenazah mendiang Serli ke setra. “Mereka (teman-teman mendiang Ayu Serli) dari siang sangat banyak yang melayat ke rumah duka,”tukasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Ni Made Ayu Serli Mahardika dibunuh oleh pacarnya sendiri Kadek Indra Jaya alias KIJ alias Kodok, pada Senin (8/4) sore. Ia dibunuh setelah pemuda dengan badan penuh tattoo itu mengaku cemburu buta dengan korban.

Akibat cemburu buta, korban dan pelaku sempat cekcok mulut dan hingga akhirnya Serli tewas.

Sebelum tewas, Kodok yang merupakan residivis kasus penganiayaan dan baru bebas 2018 lalu itu sempat membekap, mencekik dan memukul leher korban hingga meregang nyawa.

Usai korban meninggal, pelaku kemudian merapikan jasad korban seolah-olah seperti tidur. Setelah itu, pelaku mengunci korban dan kemudian kabur.

Hingga kemudian tiga hari setelah kejadian, jasad korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk  di kamar kosnya di Jalan Wijayakusuma Gang IV Nomor 1, Keluharan Banyusri, Buleleng pada Kamis (11/4).

Tiga jam setelah penemuan mayat korban, polisi akhirnya membekuk kodok. 

(rb/pra/jul/mus/JPR)

 TOP