Jumat, 19 Apr 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Dalami Perampokan Siang Bolong, Polisi Temukan Sejumlah Kejanggalan

15 April 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

kasus perampokan, perampokan siang polisi, polsek mendoyo, perampokan bercadar

Tim identifikasi dari Satreskrim Polres Jembrana melakukan oleh TKP pencurian di Desa Yehembang. Korban menunjukkan luka gores di kedua tangan (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA - Polisi masih menyelidiki kasus pencurian atau lebih tepatnya perampokan siang bolong di Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo.

Dari hasil penyelidikan sementara, ada sejumlah kejanggalan dari laporan pencurian disertai penganiayaan terhadap korban.

Menurut informasi, penyelidikan yang dilakukan kepolisian selain melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah kejadian, juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban.

Sejumlah orang sekitar TKP juga diminta keterangan untuk menyelidiki terduga pelaku. “Namun sementara masih nihil petunjuk terduga pelaku,” kata sumber kepolisian.

Menariknya, polisi masih fokus mendalami keterangan korban. Pasalnya, dari hasil penyelidikan ada sejumlah kejanggalan laporan kasus pencurian tersebut.

Pengakuan pelapor mengaku dianiaya terduga pelaku, anaknya diancam hingga pelaku mengambil perhiasan, masih didalami kebenarannya.

Kapolsek Mendoyo Gusti Agung Sukasana mengatakan, laporan pencurian tersebut masih dalam proses penyelidikan dan belum ada perkembangan.

Kepolisian masih mendalami kebenaran laporan adanya pencurian tersebut.  “Belum, masih kita masih menguji laporannya. Bener apa sing (tidak terjadi pencurian),”jelas Kompol Sukasana.

Karena dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, mencurigai keterangan pencurian di siang bolong tersebut tidak benar ada pencurian.

Pihaknya masih melakukan pendalaman lagi karena ada beberapa keterangan dalam laporan diduga tidak masuk akal.

“Kita masih selidiki, ada yang tidak masuk akal laporannya,” imbuhnya. Sayangnya, Kapolsek enggan membeber kejanggalan laporan yang diduga tidak masuk akal.

Diberitakan sebelumnya, warga Banjar Bale Agung, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, geger karena salah satu warga,

Desak Putu Weniya Adnya Dewanta, 22, melapor rumahnya disatroni pencuri, Sabtu (13/4) sekitar pukul 9.00 wita.

Selain kehilangan sejumlah perhiasan, korban sempat dianiaya pelaku dan anak korban sempat diancam pelaku.

Saat itu rumah sedang sepi. Hanya ada korban dan anaknya baru berusia 3 bulan. Pelaku yang menggunakan masker dan jaket dengan penutup kepala tersebut, awalnya berpura-pura bertamu.

Belum sempat menanyakan keperluan, korban dipukul bagian dahi dengan sebuah gelas kaca yang ada di teras rumah. Akibat pukulan tersebut, terlihat benjolan pada dahi korban dan gelas hancur berkeping-keping.

Selain memukul korban dengan gelas, korban juga dipukul dengan gergaji kecil. Sehingga menyebabkan kedua tangan korban luka gores karena pelaku sempat mengancam mengambil anaknya yang masih belum tiga bulan jika terus melawan.

Pengakuan korban, korban mengenal ciri-ciri pelaku yang menggunakan masker dan jaket yang ada penutup kepala berbadan kurus dan masih muda.

Diduga, pelaku sudah mengincar rumah korban sejak beberapa hari terakhir ini, karena sejak tiga hari lalu pelaku sudah tiga kali masuk ke halaman rumah korban dan saat melihat korban langsung pergi. 

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP