Jumat, 19 Apr 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Sopir Perampok Money Changer Diciduk, Polisi Amankan Pistol dan Peluru

15 April 2019, 15: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

perampokan money changer, sopir perampok diciduk, amankan pistol, amankan peluru, polresta denpasar

DIAMANKAN: Kedua pelaku Georgii Zhukov dan Robert Haupt diamankan di Polresta Denpasar beberapa waktu lalu (dok.radarbali)

DENPASAR - Hampir sebulan menjadi buron, Sahri akhirnya dibekuk ‎tim gabungan Sat Reskrim Polresta Denpasar dan Satgas CTOC.

Sahri adalah sopir yang membawa mobil pelaku perampokan money changer BMC PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama, Nomor 36 XY, Kelurahan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, 19 Maret 2019 lalu.

‎Saat itu Sahri berhasil kabur dari penyergapan petugas. Tersangka Sahri diringkus di Senggigi, Lombok Barat, NTB, Selasa (2/4) lalu.

Sahri dan jaringannya diduga kuat terkait dengan kejadian pencurian dan kekerasan sejak 2017 hingga 2019. Atau yang terakhir kali aksinya di Jalan Pratama, Tanjung Benoa.

Hingga saat ini termasuk Sahri, polisi berhasil mengungkap 4 orang pelaku diduga merupakan jaringan orang asing.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan mengakui jika dalam melakukan penyelidikan kasus ini mengalami kesulitan.

Penyebabnya karena para pelaku bungkam saat diperiksa. "Pelaku hanya diam dan tidak mau menyampaikan dengan siapa

mereka berbuat. Namun hasil pemantauan akhirnya tanpa perlu pengakuan, target demi target bisa dibuktikan," tukasnya.

Sejumlah barang bukti saat ini juga sudah diamankan. Salah satunya pistol magazine lengkap dengan amunisi yang ditemukan di TKP terakhir. Dari penangkapan Sahri, polisi meyakini mengungkap pelaku lainnya.

Sebelumnya tiga orang pelaku perampokan asal Rusia yang bernama Alexei Korrotkikh, 44, Georgii Zhukov, 40, dan Robert Haupt, 42,

serta seorang DPO ditangkap dua jam usai melakukan perampokan di TKP kantor PT Bali Maspin Tjinra Money Changer di Jalan Pratama nomor 36 XY Banjar Terora Kelurahan Tanjung Benoa pada Selasa (19/3) pukul 00.30. 

Saat disergap petugas, salah satu pelaku Alexei Korrotkikh meregang nyawa ditempat oleh peluru anggota lantaran melawan menggunakan pisau dan berusaha melarikan diri.‎

 Akibat perampokan lewat tengah malam itu kerugian mencapai ratusan juta karena para pelaku menggondol brankas money changer.

‎Dibandingkan money changer lain di Jalan Pratama, Tanjung Benoa, money changer BMC PT Bali Maspintjinra paling besar dan paling ramai.

Banyak turis asing yang datang menukarkan uangnya. Setiap harinya money changer tersebut tutup pukul 21.00.

(rb/san/mus/JPR)

 TOP