Sabtu, 25 May 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

MIMIH! Sudikerta Coblos di Rutan Polda Bali Sambil Pakai Baju Tahanan

17 April 2019, 14: 31: 32 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, eks wagub bali, ketut sudikerta, hak suara, rutan polda bali

Sambil menutupi wajahnya dengan masker, eks Wagub Bali I Ketut Sudikerta menyalurkan suaranya di dalam Rutan Polda Bali, Rabu siang (Marcell Pampur/Radar Bali)

DENPASAR - Setidaknya ada 16 orang tahanan Polda Bali ikut memberikan hak suaranya di Rumah Tahanan Polda Bali, Rabu (17/4) siang sekitar pukul 13.20. 

Pemilihan langsung tersebut diselenggarakan oleh KPU Denpasar dengan mendatangi langsung rumah tahanan Polda Bali. 

Salah satu dari 16 orang tahanan yang memberikan hak suaranya adalah mantan Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. 

Sudikerta mendapatkan urutan kedua dalam proses pencoblosan tersebut. Dia terlihat mencoblos mengenakan baju tahanan warna kuning bertuliskan nomor 038.

Dia mengenakan masker warna putih menutupi separuh wajahnya. Pencoblosan ini digelar di ruangan kosong di depan sel tahanan.

Sudikerta terlihat santai mulai membuka kerta suara, mencoblos hingga memasukan kertas suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara. 

Dia tidak menyahut saat sejumlah awak media meminta menyapanya. Usai memasukan surat suara ke dalam kotak suara, Sudikerta langsung kembali masuk ke dalam sel tahanan.

Agung Kertanegara, Ketua PPS Desa Dangin Puri Kangin mengatakan, Rutan Polda Bali masuk ke dalam TPS 09 dari Desa Dangin Puri Kangin.

Dijelaskannya, bahwa sebenarnya jumlah tahanan yang ikut memilih sebanyak 20 orang. Namun 4 di antaranya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

"Sehingga total pemilihnya tersisa 16 orang," katanya di sela kegiatan tersebut. Berdasar data yang dihimpun di Polda Bali, jumlah keseluruhan tahanan Polda Bali berjumlah 54 orang.

9 diantaranya adalah tahanan WNA dan tahanan lokal berjumlah 43 orang. Dari 43 orang tersebut, yang memiliki form A5 hanya sejumlah 20 orang.

Namun 4 dari 20 orang tersebut telah dilimpahkan ke kejaksaan, sehingga yang mengikuti pemilihan hanya berjumlah 16 orang termasuk Sudikerta. 

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP