Minggu, 26 Jan 2020
radarbali
icon featured
Politika

Kehabisan Surat Suara, Pasien dan Petugas RSD Mangusada Gagal Nyoblos

18 April 2019, 08: 47: 25 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, surat suara habis, pasien rsd mangusada, petugas rsd mangusada, kpu badung

Suasana para pegawai RSD Mangusada saat menunggu giliran pencoblosan kemarin (Made Dwija Putra/Radar Bali)

Share this      

MANGUPURA - Ratusan pasien yang dirawat inap dan puluhan pegawai di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada gagal untuk menggunakan hak pilihannya, Rabu (17/4) kemarin.

Padahal, sebelumnya pihak rumah sakit telah memfasilitasi dan berkoordinasi dengan KPU Badung. 

Sayangnya surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat habis  mereka tidak bisa melakukan pencoblosan.

Para pegawai kecewa terkait persoalan ini. Berdasar data Jawa Pos Radar Bali, tercatat sebanyak 67 pegawai RSD Mangusada terdaftar di KPU Badung.

Sementara pasien yang di rawat di RSD Mangusada jumlahnya diperkirakan sebanyak 200 orang. TPS terdekat dari RSD Mangusada adalah TPS 29 yang terletak di Banjar Tambak Sari, Kelurahan Kapal, Mengwi.

Sekitar pukul 14.00, akhirnya dilakukan pemungutan suara di gedung VIP RSD Mangusada. Para pegawai rumah sakit begitu antusias mengikuti pencoblosan tersebut.

Sayangnya setelah menunggu beberapa menit, hanya 15 orang yang mendapat surat suara sehingga pegawai yang terdaftar tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Belum lagi pasien sama sekali tidak tersentuh. Para pegawai pun kecewa terkait kejadian tersebut. Salah satu pegawai medis, Made Evi Tursina Sari mengaku kecewa, lantaran tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Pasalnya pihaknya sudah terdaftar namun tidak dapat memilih lantaran kekurangan surat suara. “Sangat disayangkan, padahal semua teman-teman ini ingin menggunakan hak pilihnya.

Tapi, katanya, surat suara sudah habis. Saya harapkan tidak ada kejadian terulang seperti ini,” jelasnya sambari meninggalkan petugas KPPS.

Pegawai lainnya, Dewi Agustini, yang merupakan perawat di RSD Mangusada juga mengaku kesal dan kecewa.

“Iya kecewa lantaran namanya telah didaftarkan, dan dijanjikan akan mendapatkan hak suara, namun tidak dapat memilih,” katanya.

Ia berharap kedepannya, semua pegawai yang sudah terdaftar dan mendapatkan A5 dan C6 bisa mendapatkan hak pilihnya.

“Kita ini kan jaga pagi, jadi sesuai jadwal nama-nama kita sudah di daftarkan ke KPU,” jelas perawat asal Nusa Penida ini.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP