Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Tiga Tahun Mangkrak, Patung Penyu di Penimbangan Buleleng Tak Terurus

19 April 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

patung penyu, pantai penimbangan, patung mangkrak

Kondisi patung penyu mangkrak di Pantai Penimbangan, Buleleng (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Rencana pembangunan patung penyu di Pantai Penimbangan, tak kunjung menemui kejelasan.

Bahkan, kini patung yang baru tuntas sekitar 60 persen itu, tak dilanjutkan lagi pengerjaannya karena kurang dana. Pemerintah pun seolah tutup mata dengan kondisi tersebut.

Patung itu didirikan sejak tahun 2016 lalu. Sejumlah komponen saat itu bersemangat melakukan pembangunan karena dijanjikan bantuan dari pemerintah.

Entah dalam bentuk dana pembangunan atau bansos. Namun tiga tahun berselang, tidak ada kabar terhadap dana tersebut. Akhirnya kini patung itu pun mangkrak.

Juru Bicara Komunitas Save Penyu Kadek Kariana mengatakan, kondisi itu memang sangat memprihatinkan.

Sebab patung itu sudah tiga tahun mangkrak. Namun pemerintah seolah tak peduli dengan hal tersebut. Padahal letak patung itu sangat strategis, dan ada di salah satu pusat wisata di Buleleng.

“Kita kan lagi meningkatkan potensi pariwisata di Bali Utara. Hemat saya, ikon Buleleng selain Lovina itu ya penimbangan. Lovina dikenal lumba-lumba, Penimbangan dikenal penyu,” kata Kariana.

Menurutnya potensi Pantai Penimbangan sangat besar. Pun demikian dengan keberadaan lokasi penangkaaran di sana, telah diakui.

Bahkan, penyanyi legendaris Iwan Fals sempat mengunjungi penangkaran itu dan turut melakukan pelepasan tukik tiga tahun lalu.

Kariana berpendapat sudah selayaknya pemerintah memberikan kepedulian pada keberadaan patung penyu tersebut.

Sebab patung sudah tiga tahun mangkrak. Apabila dibiarkan berlama-lama, hal itu dikhawatirkan berpengaruh pada citra pariwisata di Kabupaten Buleleng.

“Gimana mau memajukan pariwisata Bali Utara, kalau masalah patung saja sudah tiga tahun mangkrak. Kalau membuat patung lumba-lumba bisa, saya kira tidak aka nada kendala menyelesaikan patung ini,” imbuhnya.

Apabila dana APBD tak bisa digunakan untuk menyelesaikan pembangunan patung itu, Kariana meminta agar pemerintah berupaya aktif mencari investor maupun donatur, agar patung itu bisa diselesaikan. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP