Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Features
Gus Bota;Dari Ormas Baladika Menuju DPRD Bali

Awalnya Dicap Preman, Sukses Dulang 110 Ribu Suara Karena Dipercaya

20 April 2019, 08: 46: 22 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, gus bota, dicap preman, pendulang suara terbanyak, pdip badung

SUKA TANTANGAN: I Bagus Alit Sucipta, caleg PDI Perjuangan peraih suara terbanyak untuk Provinsi Bali. (Made Dwija Putra/Radar Bali)

Share this      

Nama I Bagus Alit Sucipta yang akrab disapa Gus Bota adalah pendatang baru di kancah politik.  Wakil Ketua DPC PDIP Badung, itu mendapat “tiket” untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Bali daerah pemilihan (dapil) Badung.

 

MADE DWIJA PUTRA, Denpasar 

JUMAT (19/4) kemarin Jawa Pos Radar Bali mendatangi kediaman Gus Bota di Jalan Indrajaya, Ubung Kaja, Denpasar.

Terlihat Gus Bota sangat santai. Saat Jawa Pos Radar Bali datang, dia berpakaian adat. Setelah basa-basi sejenak, dia lantas menceritakan lika-likunya terjun ke panggung politik.

Terutama keberhasilannya menembus 110. 440 suara di Pemilu 2019. Jumlah itu tergolong fantastis bagi caleg pendatang baru. Hasilnya perolehan suara sementara pun di luar dugaan.

Gus Bota menceritakan, yang mendasari dirinya  terjun ke kancah politik karena dari awal ia senang politik. Apalagi  latar belakangnya adalah orang organisasi.

Yakni aktif di Bhakti Negara dan Baladika. Bahkan, ada kesamaan dalam bidang sosial. “Jadi, ketika dibawa ke partai hampir sama, ” jelas Gus Bota, mengawali perbincangan, kemarin.

Berlabuh di PDIP, katanya, juga karena dorongan Ketua DPC PDIP Badung I Nyoman  Giri Prasta yang juga bupati Badung.

Dia bergabung  di struktur partai menjadi Wakil Ketua DPC PDIP Badung karena ada pergantian antarwaktu (PAW) di internal partai.

Bahkan, dipersiapkan khusus untuk maju sebagai calon legislatif (caleg) “Pas ada kekosongan saya diberi kesempatan masuk ke struktur partai.

Begitu masuk tiang (saya) berkomitmen satu hal yakni membesarkan partai dan menjadi yang terbaik,” terang ketua Lembaga Dewan Pendekar Pusat PSPS Bakti Negara, ini.

Nah, ketika di tahun 2016 mengawali turun ke masyarakat, orang masih berpikir Gus Bota  adalah preman, ketua ormas, dan kemampuannya pun disanksikan.

Namun, ia tak mau menjawab semua itu. Sebaliknya memilih untuk menjawab dengan langsung turun ke lapangan.

Kebetulan Bupati  Giri Prasta sangat memberikan dorongan. Ia kerap turun untuk membantu masyarakat, memfasilitasi hibah bupati Badung kepada masyarakat.

“Kami lakukan dari tahun 2016. Tiang memang baru di partai, hasil 2019 sudah tiang mulai tahun 2016. Pertama kali semeton GB turun tahun 2017.

Ke tempat-tempat GiriAsa kalah, sekarang menjadi basis tiang. Astungkara sekarang semua menang, ” ungkap pria kelahiran, Kota Denpasar, 5 Januari 1983 ini.

Ketua DPC PDIP Badung memberi mandat untuk maju sebagai caleg. Kendati awalnya berencana maju ke caleg DPRD kabupaten, namun akhirnya diberi kesempatan maju ke DPRD Bali.

“Kalau saya maju ke tingkat kabupaten tidak ada tantangan, akhirnya saya coba maju tingkat provinsi,” ungkap ketua umum Baladika Bali.

Target awalnya 35 ribu suara namun target tersebut terus bergulir.  Kemudian naik 45 ribu, lagi naik menjadi  65 ribu suara.

Akhirnya sesuai pemetaan di lapangan dipastikan bisa mencapai target suara 100 ribu. “Dari hasil hitungan sementara saya berani pastikan sudah di angka 110 ribu,

kemungkinan akan bertambah lagi. Itu basis data yang kita ambil dari C1 Plano di masing-masing TPS, itu basis datanya. Tapi, masih ada beberapa TPS yang belum menyetor C1,” terangnya.

Kata dia, perolehan suara ini sejatinya kerja kerasnya dari tahun 2016 sampai sekarang yang terus bergulir. Karena kepercayaan masyarakat sudah dibuktikan pada pemilu dengan suara 110. 440.

Suara sebanyak itu sejatinya bisa tembus untuk maju ke DPR RI dan juga bisa menggaet tiga caleg untuk duduk di kursi DPRD Bali.  “Bagi saya itu suara fantastis,” ungkapnya.

Perolehan suara ini menjadi bukti ia diberikan kepercayaan oleh masyarakat. Sebab dari awal ia  rajin turun ke masyarakat, menyerap aspirasi masyarakat.

Sebab, masyarakat tidak mau dibodohi dan dibohongi. Masyarakat perlu wujud nyata dan mudah.

“Intinya apa yang diinginkan masyarakat harus bisa dipenuhi. Jadi, realistis saja. Turun ke masyarakat, kerja, kerja, dan kerja.

Saya tak pernah mengenal waktu dan selalu hadir di masyarakat. Apa kebutuhan masyarakat apa yang saya bisa lakukan saya lakukan dan tidak pernah berbohong,” jelasnya.

Sejauh ini, ia mengakui tidak pernah ada masalah. Sebab dari awal di partai ia dipersiapkan untuk satu plotting getter atau yang mengambil suara terbanyak.

Begitu juga di internal kader partai juga tidak ada masalah. “Nah, dengan suara terbanyak berpotensi kursi di DPRD Bali terangkat dan suara partai juga terangkat, ” ungkapnya.

Sementara program ke depan, ia ingin memperjuangkan tanah provinsi yang ada di Badung untuk bisa dipergunakan masyarakat Badung.

Selain itu, juga tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi dewan. Juga mengawal program bupati Badung. Sebab berkomitmen untuk ikut membangun Badung.

Ia juga sangat berterima kasih kepada induk Partai PDI Perjuangan, struktur partai, seluruh masyarakat Badung, generasi millenial, dan semeton GB loyalis GP se-Badung, hasil ini berkat perjuangan semua lapisan masyarakat. (*)

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP