Selasa, 16 Jul 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Lava Pijar Mendekati Embung Pasar Agung, Warga Badeg Mengungsi

22 April 2019, 06: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pengungsi gunung agung, erupsi gunung agung, pasebaya agung

Warga Badeg Dukuh mengungsi akibat erupsi Gunung Agung kemarin dini hari (Wayan Putra/Radar Bali)

Share this      

AMLAPURA - Erupsi Gunung Agung yang disertai dengan lontaran lava pijar kemarin dini hari membuat warga Badeg Dukuh bergeser ke Dusun Lusuh.

Ada 8 KK atau 20 jiwa yang mengungsi. Jarak Badeg Dukuh dengan Dusun Lusuh, Selat, kurang lebih sekitar 3 km.

Sementata Badeg Dukuh masuk dalam radius bahaya dengan jarak sekitar 4,5 km dari puncak Gunung Agung.
Menurut beberapa pengungsi seperti Ketut Sampik, Wayan Wenten, dan Wayan Widana, lontaran batu pijar sudah sampai di sebelah utara embung Pasar Agung.

Embung ini sendiri berjarak sekitar 3 km dari puncak Gunung Agung. “Dekat sekali, sekitar 20 meter di utara embung, lontaran lava pijar jatuh,” ujar Sampik.

Hal ini membuat warga takut sehingga mereka bergeser dari kampungnya ke kampung terdekat. Sementara di Desa Menanga, Rendang, Karangasem terjadi hujan abu yang cukup keras.

"Hujan bercampur pasir," ujar Ketut Wijaya Mataram alias Vijai yang juga warga Menanga. Hujan abu terjadi sampai pukul 20.30 wita.

Saat dentuman keras terjadi, warga  Geriana Kangin sempat berhamburan keluar. Sebagai catatan, Geriana Kangin, Duda Utara Selat, ada pada radius 8 km.

Saat itu mereka keluar ke balai banjar untuk melihat erupsi Gunung Agung agar lebih jelas. Terlihat api pijar di tiga titik yang mengarah ke barat serta ke timur.

Namun tidak lama kemudian suasana kembali tenang. "Ya, untuk melihat letusan sambil cari tahu perkembangan," ujar Wayan Yadnya, warga Geriana Kangin. 

(rb/tra/mus/JPR)

 TOP