Senin, 09 Dec 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Duh, Jalan Bolong-bolong, Motor Berjatuhan, Ibu Lurah Mau Cek Dulu

22 April 2019, 12: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

jalan bolong-bolong, motor berjatuhan, ibu lurah, pemkab jembrana

Jalur utama menuju GOR Krsna Jvara, Dauhwaru, rusak dan belum ada perbaikan (Anom Suardana/Radar Bali)

Share this      

NEGARA – Meski jadi jalur utama menuju GOR  Krsna Jvara,  Dauhwaru, namun kerusakan jalan di kawasan tersebut belum juga diperbaiki.

Padahal, selain menjadi akses utama menuju sarana olah raga terbesar di Jembrana, jalan tersebut juga menjadi akses warga menuju Pura Rangsasa, serta ke obyek wisata  sungai  Gelar.

Kerusakan jalan itu mulai terlihat saat memasuki GOR Krsna Jvara. Di mana sebagian aspal jalan bergelombang. 

Semakin ke utara dari depan SD 2 Dauhwaru sampai  bale  lingkungan Sawe  Kelod, bahu jalan rusak parah sehingga jika hujan turun jalan akan tergerus.

Beberapa titik yang bolong memang berusaha diuruk namun tidak merata. Rusaknya jalan itu menyulitkan kendaraan ketika  melintasi bahu jalan  yang  berlubang. 

Sudah banyak pengendara sepeda yang terjatuh di jalan bolong itu. “Sering sekali ada sepeda motor yang jatuh karena terperosok di jalan rusak itu,” ujar seorang warga kemarin.

Warga yang biasa menggunakan akses jalan itu untuk mengangkut  hasil kebun juga terganggu begitu pula pengunjung objek wisata Gelar.

Menurut warga, kerusakan  jalan kabupaten itu sudah  terjadi sekitar  2 tahun, namun belum juga diperbaiki.

“Rusaknya jalan pada bagian bahunya sangat  mengganggu,  apalagi  sudah  jatuh korban pengendara motor,” ungkap Kade Suardika, warga lainnya.

Apalagi banyak siswa yang melintas untuk ke sekolah. Jika sudah jam sekolah, maka mereka harus  antre,  karena di bahu jalan yang rusak harus bergantian melintas.

Rusaknya jalan itu sudah  diusulkan perbaikan melalui rapat warga. Namun, sampai sekarang belum  ada tanda perbaikan.

“Kita berharap perbaikan  segera  dilakukan karena jalur ini ramai. Jangan menunggu korban yang jatuh bertambah banyak,” harapnya.

Sementara Lurah Dauhwaru, Jembrana  Ni Komang  Sri Wahyuni ketika dikonfirmasi mengaku masih mengecek apakah perbaikan jalan itu sudah masuk dalam Musrenbang atau belum.

Sebab saat Musrenbang dilaksanakan dirinya belum menjabat Lurah Dauh Waru. “Kami akan cek dahulu apakah sudah masuk atau belum usulan perbaikan jalan itu,” ungkapnya.

(rb/nom/mus/JPR)

 TOP