Selasa, 21 Jan 2020
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Unas SMP, Puluhan Siswa di Buleleng Absen, Terungkap Fakta Miris

23 April 2019, 11: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

unas smp, puluhan siswa absen, fakta miris, disdik buleleng

Bupati Buleleng Agus Suradnyana saat mengecek UNBK di Seririt kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Sedikitnya 54 orang siswa SMP di Kabupaten Buleleng, tidak hadir pada Ujian Nasional (Unas) yang diselenggarakan kemarin (22/4).

Puluhan siswa itu tidak hadir karena berbagai macam alasan. Namun sebagian besar siswa menyatakan berhenti dari sekolah, sehingga tidak mengikuti Unas.

Tahun ini sebenarnya ada 11.553 orang siswa yang terdaftar sebagai peserta Unas. Baik itu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP).

Setelah dilakukan pendataan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, ternyata ada 54 orang yang tidak hadir pada Unas hari pertama.

Sebanyak 43 orang di antaranya berhenti sekolah, sembilan orang dalam kondisi sakit, satu orang tanpa keterangan, dan satu orang lainnya sedang menjalani tugas kebudayaan di Tiongkok.

Sekretaris Disdikpora Buleleng Made Astika mengaku jumlah siswa yang berhenti saat sekolah memang cukup banyak.

Sebenarnya Disdikpora Buleleng sudah menemukan nama-nama siswa yang berhenti itu, sebelum penetapan Daftar Nominatif Tetap (DNT) peserta Unas.

Pihaknya pun sudah sempat mengusulkan penghapusan nama itu. “Kami tidak bisa berbuat banyak, karena DNT itu kan ditetapkan pusat berdasar data pokok pendidikan (Dapodik).

Kami sudah sempat verifikasi, tapi masih muncul. Kami kan tidak punya kewenangan menghapus. Sehingga saat Unas, mereka yang berhenti ini tetap kami catat tidak hadir saat ujian,” kata Astika.

Menurutnya siswa-siswa yang berhenti itu memiliki sejumlah alasan. Ada yang mengaku telah menikah, sudah bekerja, pindah domisili ke luar daerah, serta ada pula yang berhenti tanpa alasan jelas.

Untuk siswa-siswa yang masih bisa ditemui, Disdikpora Buleleng menyarankan agar mereka mengikuti ujian kesetaraan.

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP