Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Aktivis 98 Sebut Generasi Muda Mesti Digaris Depan Kritik Pemerintah

24 April 2019, 02: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

aktivis 98, generasi muda, kritik pemerintah

KUPAS TUNTAS: (Dari kiri) Roberto Hutabarat, Juli Untung (moderator), Erwin Natosmal Oemar, dan Wayan Gendo Suardana di Taman Bca Kesiman, Denpasar. (Wayan Widyantara/Radar Bali)

Share this      

DENPASAR - Dalam diskusi bertajuk Melanjutkan Kembali Reformasi Sektor Keamanan di Taman Baca Kesiman, Denpasar, aktivis 98 Roberto Hutabarat mengungkap hal cukup menarik, ketika menyinggung Pemilu 2019.

Roberto yang hadir mewakili Prodem Bali menyebut, pasca Pemilu ini, siapapun yang menang dalam pertarungan politik untuk menjadi orang nomor 1 di Indonesia tetap memerlukan oposisi.

“Oposisi harus kuat. Kalau pun Jokowi menang, jangan sampai menang mutlak,” ujar pria alumni pers mahasiswa Kanaka, Kampus Sastra Unud tersebut.

Hal lain, Roberto juga menyinggung esensi demokrasi. Baginya, salah satu esensi demokrasi sebagaimana yang diperjuangkan para aktivis 98 silam adalah menghargai pendapat.

“Esensi demokrasi itu salah satunya menghargai pendapat. Jangan hanya karena berbeda pendapat, dilaporkan ke polisi,” tegasnya lagi.

Untuk itu, Roberto berharap hal seperti ini dapat menjadi pendidikan politik, terutama bagi generasi muda yang dicap sebagai generasi millennial.

“Pendidikan politik penting dengan cara kritis. Generasi muda harus di depan dan aktif mengkritik pemerintah,” pungkasnya. 

(rb/ara/mus/JPR)

 TOP