Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Gagal Lolos Jadi Wakil Rakyat, Caleg Petahana Buleleng Rajin Ngantor

24 April 2019, 04: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, gagal lolos parlemen, caleg petahana, rajin ngantor

Made Mangku Ariawan (kiri) saat ikut rapat di DPRD Buleleng kemarin (Eka Prasetya/Radar Bali)

Share this      

SINGARAJA – Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) yang disebut-sebut tidak lolos pada Pileg 2019, rupanya masih rajin datang ke Gedung DPRD Buleleng.

Meski harus menelan kekecewaan pada proses politik pada Pemilu 2019 lalu, mereka tetap berupaya menuntaskan tugasnya hingga akhir masa jabatan.

Kemarin (22/4), DPRD Buleleng sebenarnya menggelar rapat yang membahas finalisasi draft rekomendasi DPRD atas Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun 2018.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Buleleng Ketut Wirsana itu hanya diikuti 13 orang dari 45 orang anggota DPRD Buleleng.

Dari belasan nama yang hadir, beberapa diantaranya disebut-sebut tidak lolos dalam Pemilu 2019. Di antaranya nama politisi Golkar Putu Tirta Adnyana, dan politisi Demokrat Made Mangku Ariawan.

Keduanya masih cukup vokal menyuarakan draft-draft rekomendasi yang harus dicantumkan oleh DPRD Buleleng, pada agenda rapat paripurna yang dilangsungkan kemarin.

Ditemui usai rapat, Made Mangku Ariawan mengakui dirinya sudah pasti terpental dari kursi DPRD Buleleng.

Politisi yang maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Buleleng 6-Kecamatan Sukasada itu, gagal meraih kursi karena suara yang minim.

Mangku Ariawan menghitung dirinya hanya mendapat sekitar 2.600-an suara, dengan akumulasi suara partai sekitar 2.700-an suara.

“Saya masih diberi mandat oleh masyarakat sampai akhir masa bakti. Jadi saya harus tetap komitmen menjalankan tugas sampai akhir masa jabatan. Meski selanjutnya sudah tidak di sini lagi,” kata pria yang akrab disapa Mangku Panji itu.

Ia sendiri mengaku legawa dengan situasi yang belum mengizinkan dirinya kembali duduk di DPRD Buleleng.

“Ada beberapa faktor ya. Seperti instrument politik, Jokowi effect, ada banyak faktor lah. Sudah jadi jiwa di kampung saja, saya sudah syukur dapat kepercayaan begitu banyak dari masyarakat,” imbuhnya.

Sementara terkait kinerja partai politik dan caleg lainnya, Mangku Panji mengaku tak bisa berbuat banyak dengan hal tersebut.

Sebab hal itu tergantung dengan kinerja masing-masing caleg. Intinya ia mengaku sudah berupaya maksimal merebut suara di Kecamatan Sukasada. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP