Senin, 14 Oct 2019
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Tata Tebing Uluwatu yang Retak, Ini Rencana Besar Dinas PUPR Badung…

19 Mei 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

tebing uluwatu, pura uluwatu, dinas pupr badung, pura uluwatu retak

Retakan muncul di Pura Uluwatu. Dinas PUPR Badung berencana menambal keratakan tebing Uluwatu (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA - Keretakan tebung di Pura Uluwatu, Ungasan, Kuta Selatan sampai saat ini belum bisa dilakukan penataan dan perbaikan.

Pasalnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung masih proses analisis manajemen konstruksi  penguatan dinding tebing Uluwatu yang melibatkan Konsultan Konstruksi PT Inakko Internasional Konsulindo.

Setelah itu, baru bisa dilakukan  proses lelang untuk penataan keretakan tebing objek wisata tersebut.

Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung A.A Gede Agung Dalem tak menampik belum bisa dilakukan  proses lelang untuk penataan keretakan tebing Uluwatu.

Karena penataan keretakan tebing masuk dalam pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus.

Sehingga pihak PUPR Badung harus melakukan analisis terlebih dulu dengan konsultan selesai. Setelah itu baru bisa melakukan penataan.

“Saat ini sedang dipertimbangkan dari segi teknis. Bahan apa yang akan digunakan untuk lelang konstruksi.

Nanti akan dilelang design and build, mulai dari perencanaan hingga pembangunan,” terang pria yang akrab dipanggil Gung Dalem.

Gung Dalem mengakui konsultan yang dilibatkan tersebut telah bekerja sejak awal bulan. Di target dalam satu bulan pengerjaan setidaknya mampu menelurkan kriteria dan syarat-syarat untuk proses lelang.

“Konsultan masih bekerja untuk mencari tahu kondisi dan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk proses lelang.

Kira-kira parameter apa saja yang dipakai pekerjaan itu. Kalau sudah selesai itu, baru kita lakukan proses lelang untuk mencari kontraktor yang memungkinkan,” jelasnya.

Ia memastikan, proyek yang menelan puluhan miliar itu akan dikerjakan dalam tahun Ini. kemudian, proses lelang dapat segera dilakukan setelah proses pengumpulan data terkait bahan-bahan yang akan digunakan.

“Setelah masuk lelang, kira-kira dua sampai 3 bulan lagi sudah bisa dikerjakan. Itu pun kalau ada kontraktor yang berminat karena ini masuk dalam pekerjaan khusus,” terangnya.

Jasa konsultan, sebut Gung Dalem menelan anggaran Rp1,3 miliar. Sementara untuk pengerjaan nya rencananya dianggarkan Rp 30 miliar lebih.

Karena masih menunggu penyelesaian analisis dari konsultan. “Setelah Konsultan selesai bekerja baru bisa diketahui berapa anggaran yang akan dibutuhkan,” pungkasnya.

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP