Selasa, 12 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Ibu Kota Diguncang Isu People Power, Dewan Gianyar Batal ke Jakarta

22 Mei 2019, 13: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

elite politik, people power, ibu kota diguncang demo, dewan gianyar

Gedung DPRD Gianyar (dok.radarbali)

Share this      

GIANYAR – Rencana DPRD Gianyar melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta mendadak batal kemarin. Itu karena ada isu people power di ibu kota.

Meski begitu, agenda kunker tetap digelar. Namun ke Banyuwangi dan Jogjakarta. Berdasar informasi yang dihimpun koran ini, kunker DPRD Gianyar ke Jakarta semula dijadwalkan pada 22-25 Mei.

Namun karena mencuat isu pengerahan massa di Jakarta, terkait people power, maka kunker dibatalkan.

Kunker tetap berjalan, namun dengan agenda berbeda. Sebanyak 40 wakil rakyat itu dipecah menjadi dua rombongan.

Pertama, rombongan 31 Anggota DPRD Gianyar didampingi Sekwan Gianyar I Wayan Arthana, kunker ke Kantor DPRD Situbondo dan DPRD Banyuwangi pada 20-23 Mei.

Rombongan kedua, sebanyak 9 dewan Gianyar kunker ke kantor DPRD Kabupaten Gunung Kidul dan Kantor DPRD Kabupaten Bantul, pada 22-25 Mei.

Ketua Komisi III DPRD Gianyar I Nyoman Artawa mengakui adanya keresahan sejumlah anggota dewan apabila kunker ke Jakarta.

Sehingga diputuskan dalam rapat untuk menggeser lokasi kunjungan ke daerah lain. “Ada yang was-was. Misalnya nanti tidak bisa sampai ke tempat kunker karena demo, atau kekhawatiran lainya,” jelas politisi Hanura itu.

Agenda kunker tersebut menjadi kunker yang ketiga kalinya dalam bulan Mei ini. Sebelumnya, DPRD Gianyar sudah mengarahkan kunjungan ke Lombok dan Surabaya.

“Akhir bulan ini ada agenda lagi ke Lombok. Jadi bulan ini, ada empat kali kunker,” ujarnya. Kata dia, kunker tersebut untuk mengetahui sistem atau kinerja di daerah lain.

Sehingga bisa dijadikan contoh. Apabila cocok, maka inovasi di daerah lain itu bisa diterapkan di Gianyar.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Gianya, I Wayan Artana membenarkan terjadi perubahan kunker ke Jakarta menuju daerah lain. “Ya, dipindah,” ujarnya.

Namun pejabat asal Desa Guwang, Kecamatan Sukawati itu membantah bila perubahan itu terkait isu people power di Jakarta.

“Tidak ada hubungan dengan people power di Jakarta. Agenda ini sudah dirubah sejak lama menjadi ke Banyuwangi dan DIY,” jelasnya.

Dia mengaku, perubahan itu karena ada tamu yang berkunjung ke Gianyar pada tanggal itu. “Karena ada tamu tanggal 23 Mei.

Dan rapat pada 24 Mei, sehingga dewan mencari (tempat kunker, red) yang dekat,” tukasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP