Selasa, 12 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Ajukan Biaya Klaim Pengungsi Rp 4,2 M, BNPB Hanya Bayar Rp 883 Juta

23 Mei 2019, 08: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pengungsi gunung agung, biaya medis pengungsi, bnpb ri, klaim biaya pengungsi, bpbd karangasem

PENGUNGSI SAKIT: Suasana pengungsi di Kamp Pengungsian GOR Swecapura beberapa waktu lalu saat Gunung Agung berstatus Awas (dok. radar bali)

Share this      

AMLAPURA - Biaya perawatan pengungsi Gunung Agung, Karangasem total sekitar Rp 4,2 miliar lebih yang tersebar di sejumlah rumah sakit di Bali mulai menemui titik terang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera mencairkan dana klaim perawatan kesehatan tersebut dalam waktu dekat ini.

Hanya saja baru sebagian usulan saja yang akan dicairkan. Kalaksa BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa mengungkapkan,

bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, pihaknya bertemu dengan tim dari BNPB di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem Senin (20/5) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa BNPB akan segera mencairkan dana klaim perawatan pengungsi Gunung Agung dalam waktu dekat ini.

“Nanti pencairannya melalui BPBD Karangasem. Untuk itu kami membuka rekening baru untuk penerimaan dana ini,” katanya.

Namun dari total klaim biaya perawatan pengungsi Gunung Agung di RSUD se-Bali yang mencapai Rp 4,2 miliar lebih itu, hanya sekitar Rp 883 juta saja yang dalam waktu dekat ini akan dicairkan.

Hal itu pasalnya sesuai hasil review Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Yang lolos verifikasi saat ini pada saat tanggap darurat saja.

Padahal lebih panjang siaga (status siaga) dari pada tanggap darurat. Nanti dana yang cair ini akan dibayarkan terlebih dahulu ke RSUD yang klaimnya lolos verifikasi,” terangnya.

Atas kondisi itu, masalah ini akan dibahas kembali antara BPKP, RSUD se-Bali dan BNPB. Pembahasan ini akan difasilitasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada tanggal 29 Mei mendatang.

“Semoga seluruh klaim bisa dibayarkan semuanya,” tandasnya. 

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP