Senin, 24 Jun 2019
radarbali
icon featured
Politika

PKS Gianyar Dukung Aparat Tindak Perusuh, Umat Diminta Jaga Kerukunan

23 Mei 2019, 13: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

pemilu 2019, pks gianyar, tindak perusuh, umat jaga kerukunan

Bus polisi yang rusak dan dibakar di wilayah Kemanggisan, Jakarta Pusat. (dok.jawapos.com)

Share this      

GIANYAR – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berkoalisi dengan paket Prabowo-Sandi menyayangkan kerusuhan yang terjadi di Jakarta.

Ketua PKS Gianyar Ngakan Made Rai, mengaku mendukung aparat untuk menindak para perusuh. “Sampai sekarang koalisi kami masih solid (mendukung Prabowo-Sandi, red),” ujar Ngakan Made Rai kemarin.

Namun, mengenai kerusuhan itu bukan dari partai pendukung, apalagi dari PKS. “Kalau Gianyar, kami jamin tidak ada ribut. Tidak ada dari kami yang ikut berangkat, apalagi membuat keributan,” tegasnya.

Kerusuhan yang terjadi di Jakarta, kata dia ulah para oknum tidak bertanggung jawab. “Itu jelas pengacau keamanan.

Kami tidak ada perintah ribut, kami damai,” jelasnya. Dia pun mendukung upaya kepolisian maupun tentara untuk menindak para perusuh tersebut.

“Itu (perusuh, red) yang patutnya ditangkap. Kami mendukung penuh aparat penegak hukum untuk itu,” serunya.

Dia pun mengimbau kepada simpatisan PKS Gianyar untuk tidak ikut membebani para petugas yang telah bekerja transparan.

“KPU, Bawaslu, TNI, Polri sudah bekerja dengan baik. Jangan buat masalah baru,” pintanya. Secara pribadi, Ngakan Rai yang sempat menjadi caleg mengaku kalah.

 “PKS kalah terhormat, menang juga terhormat,” jelansya.  Maka pihaknya memilih menunggu upaya koalisi di pusat menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami tunggu dulu tiga hari ini. Sekarang belum bisa ucapkan selamat,” jelasnya. Ketua Majelis Taklim Darul Ubudyah Hendra Prawoto, beserta para pengurus masjid dan para ustad, telah mendengar keputusan KPU RI pada 21 Mei lalu.

Pihaknya mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi-Amin. “Pengurus Majelis Taklim Darul Ubudyah di wilayah Ubud mengucapkan

selamat atas terpilihnya bapak Joko Widodo dan bapak KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” ujarnya.

Selama bulan puasa ini, pihaknya sekaligus mengajak umat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Hendra juga mengajak untuk mengendalikan diri selama menjalankan puasa.

“Diharapkan umat muslim untuk dapat mengendalikan diri dari hal-hal yang negatif,” pintanya. Jangan sampai para umat muslim melakukan hutang puasa.

“Sehingga di bulan yang suci ini mendapatkan berkah dan supaya meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah,” pintanya.

Dia juga mengajak umat menjalin rasa persatuan dan kesatuan. “Baik antar suku, ras dan sesama umat beragama,” tukasnya. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP