Jumat, 19 Jul 2019
radarbali
icon featured
Events

Mangu Sri Kandi Jadi Inovasi Desa Dalung Maju Lomba Tingkat Provinsi

24 Mei 2019, 15: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

mangu sri kandi, inovasi desa dalung, lomba tingkat provinsi

Tim Penilaian Evaluasi dan Perkembangan Desa tingkat Propinsi Bali, Jumat ( 24/5) menilai Desa Dalung yang mewakili Desa di Kabupaten Badung dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Propinsi Bali. (Istimewa)

Share this      

MANGUPURA - Tim Penilaian  Evaluasi dan Perkembangan Desa tingkat Propinsi Bali, Jumat (24/5) siang menilai Desa Dalung yang mewakili Desa di Kabupaten Badung dalam lomba desa dan kelurahan tingkat Propinsi Bali.

Tim propinsi Bali disambut Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa,

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Badung Putu Gede Sridana, Perbekel Dalung I Gede Putu Arif Wiratya  serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan organisasi kewanitaan daerah yang ada di Kabupaten Badung.

Wabup Suiasa menjelaskan, pada momentum ini bukan sebatas untuk mencari ajang yang terbaik dalam lomba.

Namun,  yang perlu dimaknai dalam Penilaian  Evaluasi dan Perkembangan Desa adalah sebagai parameter dalam menjalankan suatu pembangunan desa di berbagai sektor.

“Hal ini juga mempercepat dari tujuan-tujuan nasional dalam membangun desa itu sendiri. Baik memacu pemberdayaan masyarakat serta membangun daya saing masyarakat desa itu sendiri,” ujarnya.

Pejabat asal Desa Pecatu ini mengatakan, hal ini juga sebagai momentum dalam melakukan introspeksi.

“Kita sudah menampilkan segala potensi serta inovasi yang ada di Desa Dalung secara maksimal termasuk tingkat capaian kemapanan masyarakat baik dari segi ekonomi maupun sosialnya.

Jadi, dengan segala pembinaan ini kita harapkan desa itu bisa mampu berdaya saing dan mampu mandiri sesuai dengan tantangan global saat ini,” terangnya.

Perbekel Dalung I Gede Putu Arif Wiratya mengatakan, untuk mengimplementasikan program kerja desa, pihaknya telah

membentuk lembaga masyarakat desa yang terdiri dari lembaga pemberdayaan masyarakat, PKK, karang taruna, kelompok tani dan linmas.

“Kami juga didukung oleh kelembagaan adat  yang terdiri dari tiga desa adat. Terkait kesehatan masyarakat di desa kami tidak ada  yang berstatus Stunting serta tingkat kematian kelahiran di Desa kita adalah nol persen,” urainya.

Sebagai langkah inovasi desa, kata Arif, di bidang persampahan pihak desa telah membentuk bank sampah di setiap banjar yang diberi nama  Mangu Sri Kandi yang bekerjasama dengan pihak DLHK Badung.

Selain itu, Desa Dalung telah membentuk kelompok Dalung Creatif Recycle (DCR) dengan gerakan 3R (reduce, reuse dan recycle).

“Partisipasi  dan swadaya masyarakat Dalung  sangat tinggi, hal ini ditunjukkan dengan adanya pembangunan 

Pura Dalem Gede Desa Adat Dalung dan pengadaan  lahan wantilan  dengan swadaya masyarakat sebesar  Rp 8,7 miliar,” paparnya.

Ketua Tim Penilai dari Propinsi Bali, Putu Anom Agustina yang juga Kepala PMD Propinsi Bali ini mengatakan, dalam kegiatan penilaian evaluasi  lomba desa  ini memang benar sesungguhnya juara tidak menjadi tujuan utama.

Lomba ini adalah untuk evaluasi sejumlah program desa, sejauh mana sudah bisa dijalankan. “Yang terpenting lain dalam kegiatan ini sejauh mana pihak

desa melakukan langkah-langkah  untuk bersinergi dengan masyarakat dalam mencapai perencanaan-perencanaan yang sudah dibuat dari bawah,” ujarnya. (rba)

(rb/dwi/mus/JPR)

 TOP