Rabu, 13 Nov 2019
radarbali
icon featured
Dwipa

Kerap Ngamuk dan Bikin Resah, Dua ODGJ di Gianyar Diamankan

24 Mei 2019, 16: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

kerap ngamuk, bikin resah, dua odgj, satpol pp gianyar

Perempuan menderita gangguan jiwa diamankan Satpol PP. Pria dengan gangguan jiwa ikut diamankan (Istimewa)

Share this      

GIANYAR – Dalam dua hari terakhir, dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar.

Setelah Rabu lalu (22/5) diamankan Ni Luh Ratna Rahayu, 33, di kediamannya di Banjar Tunon, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud.

Kemarin (23/5) I Wayan Gede Krisna Adi Kusuma, 34, asal Banjar Gelulung, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati.

Anggota Satpol PP Kabupaten Gianyar Wayan Nasta menyatakan, kedua orang gangguan jiwa tersebut mengamuk sejak beberapa hari terakhir.

“Mereka terus mengamuk-ngamuk. Siapa yang dilihat langsung ngamuk,” ujar Nasta. Keduanya tergolong baru mengidap gangguan jiwa.

“Sebelumnya belum punya riwayat kartu kuning. Baru pertama ini dibawa ke Bangli (Rumah sakit jiwa, red),” jelasnya.

Saat menerima informasi mengenai keberadaan orang gangguan jiwa, Regu dari Satpol PP Gianyar langsung turun tangan.

Rabu lalu, Ni Luh Ratna yang hendak dicari oleh regu Satpol PP langsung lari dari rumahnya. Petugas pun membujuknya untuk diajak berobat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

“Awalnya tidak mau. Keluarganya mengajak tidak mau. Setelah kami bujuk baru mau dibawa ke Bangli,” jelasnya.

Ni Luh Ratna ini depresi lantaran masalah pembayaran proyek. Ni Luh Ratna yang berasal dari Sulawesi, telah dikaruniai dua orang anak.

“Karena depresi, dia banyak melempar barang-barang,” ujarnya. Selang sehari, Kamis kemarin, Wayan Gede Krisna Adi Kusuma selain mengamuk juga kerap telanjang bulat tanpa pakaian.

Penangkapan pemuda lajang ini cukup dramatis. “Saat kami cari, dia ada di rumah tetangganya. Kami menangkap dia sama keluarganya,” ujar Nasta.

Nasta menambahkan, beberapa anggota Satpol PP harus membopong Krisna Adi menuju ke rumahnya. “Keluarganya juga berusaha mengikat tangan dan kakinya,” jelasnya.

Guru silat perisai diri itu pun langsung mengurut leher Krisna Adi. “Setelah rileks, saya suruh pakai baju dan kamben. Lalu bawa ke RSJ,” jelasnya.

Krisna Adi ini stress dan sering mabuk. “Semuanya di minum sama dia,” jelasnya. Dari sisi keluarga, Krisna Adi hanya tinggal bersama adiknya yang menjadi tukang ojek online.

Karena orang tuanya sudah meninggal dunia. 

(rb/dra/mus/JPR)

 TOP